Desa Rantih, Kecamatan Talawi ditinjau Tim Penilai Tingkat Nasional Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), Senin 01 Juli 2019. Sebagai bekal maju dalam penilaian tingkat nasional, Desa Rantih setidaknya memiliki lebih dari 10 program inovasi.

Wakil Walikota Sawahlunto, Zohirin Sayuti yang menerima dan mendampingi tim penilai tersebut bersama Ketua Tim Penggerak PKK (TP РPKK) Kota Sawahlunto, Ny. Yossy Deri Asta, menyebut bahwa Desa Rantih selain merupakan desa wisata juga merupakan desa yang melakukan pola asuh anak dan remaja dengan baik dan terstruktur.

“Apalagi kita juga selalu melandasi pengasuhan anak dan remaja dengan nilai – nilai agama, yang mana ini sinkron pula pada program unggulan Pemerintah Kota (Pemko). Bagaimanapun, bekal pendidikan agama sangat menentukan pada karakter anak dan remaja,” kata Zohirin dalam sambutannya, Senin 01 Juli 2019.

Ditambahkan oleh Ketua TP – PKK Desa Rantih, Ny. Yuhernis Yulizar dalam eksposenya, bahwa PKK Desa Rantih berupaya memasukkan program pola asuh anak dan remaja ini melalui berbagai kegiatan yang akrab dengan keseharian anak – anak.

“Sehingga kemudian pola asuh ini tersandingkan dengan kegiatan seperti randai, dokter kecil, polisi cilik, lomba – lomba dan sebagainya. Termasuk juga ada pemilihan duta remaja wisata, duta remaja anti narkoba dan lain – lain”, ungkap Ny. Yuhernis.

Sementara, koordinator tim penilai dari Kelompok Kerja (Pokja) 1 TP – PKK Pusat, Ernawati mengatakan, dirinya terkesan dengan keterlibatan anak dan remaja di Desa Rantih dalam momen penyambutan tim penilai. Di mana pada kesempatan tersebut, anak – anak di Desa Rantih menjadi pembawa acara/protokol, juga menampilkan berbagai bakat seperti ; mengaji, taekwondo, bernyanyi dan bermain randai.

“Saya kagum pada anak – anak yang menyisipkan pesan – pesan pola asuh anak dan remaja melalui permainan randai tadi. Dalam melestarikan permainan budaya, bisa berinovasi memasukkan unsur – unsur kampanye anti narkoba, anti kekerasan terhadap anak, dan lainnya,” sebut Ernawati. (Humas)




ARTIKEL LAIN