Meningkatkan semangat kehidupan beragama, Pemko Sawahlunto menggelar Rapat Koordinasi Pembinaan Program Keagamaan yang dipimpin Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti pada rabu 12/02/2020.

Dalam Rakor ini hadir Ketua LPTQ Sumbar, Pengurus LPPTQ se Sawahlunto, MUI, Dewan Pendidikan, Kanwil Kemenag dan beberapa Pengusaha yang aktif sebagai donatur kegiatan keagamaan di Sawahlunto.

Dengan Rakor ini Zohirin berharap adanya masukan untuk pelaksanaan program pembangunan di bidang agama.
“Sawahlunto memiliki angggaran cukup besar untuk program keagamaan yang mencapai 6 milyar. Agar pelaksanaannya optimal, diperlukan juga evaluasi dan masukan dari berbagai pihak” ujar Zohirin.

Dari Rakor tersebut, peserta menyatakan apresiasi terhadap berbagai program yang dilaksanakan Pemko, namun ada beberapa masukan terutama untuk meningkatkan mutu rumah tahfidz melalui pelatihan dan sertifikasi guru tahfidz serta membentuk tim untuk evaluasi program keagamaan.

Juga muncul saran untuk mengklasifikasi guru TPQ berdasarkan kemampuan mengajar Al Quran. Dengan klasifikasi ini, insentif guru TPQ akan berbeda-beda.

Dengan adanya tingkatan insentif, akan memotifasi guru meningkatkan kemampuan, sehingga kemampuan peserta didik juga meningkat.

Zardinal Basyir, SE Kepala Bagian Kesra Sawahlunto mengungkapkan di tahun 2020 ini Pemko Sawahlunto membina 24 Rumah Tahfidz. Program peningkatan kualitas juga menjadi perhatian, melalui program pelatihan bagi guru tahfidz se-Kota Sawahlunto.

Pemko juga mensupport pelaksanaan TPQ di mesjid dan musholla melalui program insentif bagi 450 orang guru mengaji, 50 garin mesjid, dan 36 garin mushola serta insentif bagi 11 muadzin mesjid nagari.

Selain pelatihan guru tahfidz, Pemko juga menganggarkan program pelatihan imam, pelatihan remaja mesjid, pembinaan pondok quran, pesantren ramadan, penunjang untuk keberangkatan jemaah haji serta program safari ramadan.(humas)




ARTIKEL LAIN