271090257_6872398559497991_9177826114092578648_n
271191424_6872398476164666_393298942785439984_n
271243319_6872398719497975_9088231028352911027_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Di tengah bertambahnya angka penduduk miskin yang terjadi di negeri ini karena dampak pandemi COVID-19, di tahun 2021 Kota Sawahlunto berada di peringkat pertama kemiskinan terendah di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Sawahlunto di 2021, yakni 2,38 persen.
“Meski persentase tidak seperti tahun lalu (2,16 persen), namun pertumbuhan kemiskinan kita terkendali, sehingga menempatkan Sawahlunto penduduk miskin terendah secara nasional di 2021 ini,” kata Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, di Balaikota, Senin 03 Januari 2022 kemaren dalam rapat dengan Badan Pusat Statistik (BPS).
Wali Kota mengemukakan, pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak secara sosial dan ekonomi masyarakat di semua kota dan kabupaten di Indonesia, begitu pula bagi Sawahlunto. Usaha pendapatan yang menurun berdampak terhadap pengeluaran warga dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka setiap bulan, hasilnya tergambar dari pendataan yang dilakukan BPS.
Disebutkan Wali Kota, karena di dukung dengan program kerakyatan yang digagas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dukungan anggaran dari DPRD sehingga pertumbuhan kemiskinan masih terkendali.
“Jadi, rendahnya penduduk miskin Sawahlunto secara nasional di 2021 tidak terlepas hasil dari kerjakeras semua pihak juga dengan program pengentasan kemiskinannya dan saran dari forkompinda dan dukungan DPRD,” ujar Wali Kota Deri Asta.
Ditambahkan Wali Kota, di 2021 hasil pendataan BPS, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sawahlunto juga memperlihatkan hasil memuaskan, yakni 72,88 atau naik dari tahun lalu 72,64. Semua itu, gambaran dari Angka Harapan Hidup (AHH), rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Angka pengangguran juga turun dari 8,2 persen di 2020 menjadi 6,38 persen di 2021.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.