240811857_6156754871062367_7789113460692398411_n (1)
241021753_6156756921062162_6714948775272858747_n
240827462_6156756637728857_4523535553271083591_n
240938956_6156756754395512_8315531834716380238_n
240886627_6156756547728866_7404664989954212807_n
240871448_6156756647728856_3282406062083590881_n
240803876_6156755451062309_1050468612653953972_n
240741495_6156755191062335_4209432520352684027_n
241020141_6156755244395663_5934205275712131208_n
240834843_6156755131062341_3059553847629218532_n
240830858_6156754917729029_5355486978471649829_n
240679438_6156754854395702_7149911504761896205_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi (BPNB) Sumbar, menyelenggarakan kegiatan “Menelusuri Jejak Budaya di Jalur Rempah Sawahlunto”, pada 1 – 3 September 2021. Dalam kegiatan dengan peserta kurang lebih 40 orang dari perwakilan komunitas – komunitas di Sumbar ini, selain pemaparan materi – materi kebudayaan juga mengajak peserta untuk berkunjung langsung ke objek wisata sejarah dan budaya di Sawahlunto.
Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti, yang hadir dalam pembukaan kegiatan itu di GPK, Rabu 1 September 2021 tadi, mengatakan bahwa sebagai kota yang kaya dengan sejarah dan budaya, memang sangat tepat sekali kegiatan kebudayaan diselenggarakan di Sawahlunto, apalagi dengan peserta generasi muda.
“Kami berterimakasih dan mendukung kegiatan ini. Materi – materi yang dibahas, dan kunjungan ke objek wisata, itu mengenalkan dan memberikan pengetahuan – pengetahuan tentang kekayaaan sejarah dan budaya Sawahlunto. Ini tentu memberikan manfaat pada pelestarian nilai – nilai budaya di Kota Warisan Budaya Dunia versi UNESCO ini,” ujar Wakil Walikota Zohirin Sayuti.
Kegiatan “Menelusuri Jejak Budaya di Jalur Rempah Sawahlunto”, seperti yang dilaporkan oleh Kepala BPNB Sumbar, Undri, untuk penyampaian materi dari 6 narasumber, yakni ; Kepala Dinas Kebudayaan, Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah Kota Sawahlunto, Hilmed, dengan tema Kota Sawahlunto sebagai Kota Warisan Budaya Dunia sebagai Pusat Bahan Bakar Transportasi Pembawa Rempah Dunia.
Kemudian Dr. Sudarman, MA dengan tema Sawahlunto Sebagai Penunjang Utama Transportasi Jalur Rempah Dalam Historis. Selanjutnya Yose Hendra, SS, MA dengan tema Akulturasi Rasa Budaya di Sawahlunto.
Setelah itu Asep Kambali dengan tema Edukasi Jalur Rempah, kemudian Fatris MF dengan tema Memotret dan Memvisualisasikan Kota Sawahlunto Sebagai Bahan Edukasi Jalur Rempah. Selanjutnya Bayu Harianto dengan tema Strategi Publikasi Dari Objek Wisata Budaya dan Sejarah.
“Kalau untuk kunjungan ke objek wisata, itu kita minta semua peserta untuk membuat laporan. Kemudian nanti wajib menyampaikan presentasi dari hasil kunjungan tersebut,” kata Undri.
Saat berada di lokasi objek wisata, dikatakan Undri, peserta diminta untuk menampilkan pantomim tentang rempah dan budaya di objek wisata yang dikunjungi.
Kegiatan ini dibuka secara daring oleh Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Dr. Restu Gunawan, M.Hum.
Diselenggarakan dalam masa pandemi Covid – 19, panitia menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Selain Prokes 3 M untuk kegiatan di lapangan, peserta yang mengikuti kegiatan ini diwajibkan untuk menunjukkan bukti Swab Antigen dengan hasil negatif.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.