Setelah melaksanakan prosedur tanggap darurat dalam menyikapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 3 desa di Kecamatan Barangin, kini Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto mulai melakukan penyerahan bantuan. Penyerahan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana itu diberikan secara simbolis oleh Walikota Deri Asta bersama Wakil Walikota Zohirin Sayuti dan jajaran terkait yang turun langsung melakukan peninjauan ke sejumlah titik lokasi bencana banjir bandang di Desa Kolok Nan Tuo dan Desa Talago Gunuang, pada Senin 28 Oktober 2019.

Bantuan yang diserahkan ini berasal dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos – PMD PPA), yakni family kit, selimut, matras, makanan siap saji dan minyak goreng. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga memberikan bantuan, yakni sembako.

Walikota Deri Asta mengatakan, pasca terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor pada Sabtu malam, 26 Oktober lalu, jajaran terkait yakni BPBD telah langsung melakukan tindakan penanganan bencana sesuai perkembangan di lokasi.

“Untuk rumah atau bangunan yang juga terdampak bencana ini, silahkan dilaporkan dan Dinas terkait lakukan inventarisirnya. Nanti juga akan ada bantuan untuk bangunan ini. Tapi tentu ikuti prosedurnya terlebih dahulu,” ujar Deri.

Untuk dampak dari bencana longsor dan banjir bandang ini, disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sawahlunto, Adriyusman menjangkau 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Barangin dan Kecamatan Lembah Segar.

“Untuk bencana banjir bandang itu terjadi karena meluapnya Batang Malakutan. Sehingga berdampak pada Desa Talago Gunuang dan Desa Kolok Nan Tuo. Ada 3 rumah di Desa Talago Gunuang yang dilanda banjir ini, kemudian di Desa Kolok Nan Tuo ada 4 rumah,” kata Adriyusman.

Tak hanya rumah, banjir bandang tersebut juga menghanyutkan belasan ekor ternak sapi, dan melanda sekian hektar lahan persawahan.

“Sementara untuk bencana longsor, itu terjadi di Desa Lumindai merusak 4 rumah, kemudian di Desa Talago Gunuang merusak 1 rumah dan di Desa Pasar Kubang merusak 1 rumah,” papar Adriyusman.

Ditambahkan Adriyusman, untuk kategori rumah rusak berat tercatat sebanyak 2 rumah (1 di Lumindai dan 1 di Talago Gunuang).

Bencana usai hujan deras itu, juga menyebabkan sejumlah titik jalan mengalami longsor. Antara lain 3 titik di Desa Lumindai, 5 titik di Desa Balai Batu Sandaran dan 2 titik di Desa Talago Gunuang.

Sebelumnya, hari Minggu 27 Oktober 2019, sehari pasca bencana itu, Wakil Walikota Zohirin Sayuti juga sudah langsung turun ke sejumlah titik bencana tersebut untuk meninjau langsung dan memberikan koordinasi terkait. (Humas)

Please follow and like us:
error




ARTIKEL LAIN