Barangin menjadi kecamatan penerima bantuan bibit terbanyak di Kota Sawahlunto. Kecamatan dengan 10 desa dan kelurahan itu diharapkan menjadi penghasil manggis dan pinang dalam tiga tahun ke depan.

Dari 10.435 bibit pinang dan manggis yang diserahkan Pemerintah Sawahlunto, Kecamatan Barangin mendapatkan 4.359 bibit, yang terdiri dari 1.659 bibit manggis dan 2.700 bibit pinang.

“Pemerintah sangat berharap, pinang dan manggis yang diserahkan dapat ditanam langsung, sesuai dengan tata cara yang ditentukan,” ujar Walikota Sawahlunto, Deri Asta, ketika menyerahkan bantuan kedua jenis bibit, di Kecamatan Barangin, Sabtu (15/12).

Deri Asta mengatakan, pinang dan manggis memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pinang misalnya, selain tidak membutuhkan tempat penanaman yang khusus, bisa ditanam di pagar, harganya pun terbilang tinggi.

Rata-rata, lanjut Deri Asta, satu pohon pinang, sepanjang tahun memiliki masa berbuah selama 8 bulan. Dari data yang ada, satu pohon pinang dengan harga Rp12 ribu, bisa menghasilkan Rp1,2 juta dalam satu tahun.

Jika saja, setiap kepala keluarga di kota yang memiliki lahan pertanian 70 persen ini, punya 20 batang pinang. Tentu dalam satu tahun memiliki pendapatan Rp24 juta, atau Rp2 juta setiap bulannya.

“Tentu saja, untuk memiliki pinang yang produktif, perlu ada perawatan dan pemeliharaan yang baik. Pohon juga makluk hidup yang butuh perhatian sama dengan manusia,” tambah Bapak tiga anak itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sawahlunto, Hilmed mengatakan, untuk tahun 2018, pihaknya membagikan 7.200 bibit pinang varietas betara dengan 746 petani penerima.

Untuk manggis, lanjut Hilmed, pihaknya juga membagikan 3.235 bibit, yang diterima dan akan dikembangkan 21 kelompok tani. Khusus untuk manggis, hanya dibagikan di Kecamatan Barangin dan Lembah Segar.

Jumlah bibit yang dibagikan itu, menurut Hilmed, memang belum memenuhi permintaan masyarakat. Dimana dari data yang ada, permintaan masyarakat mencapai 31 ribu bibit manggis dan 84 ribu bibit pinang. (Humas)




ARTIKEL LAIN