Perempuan usia subur lebih rentan mengidap kanker rahim ataupun kanker payudara, yang merupakan penyebab kematian paling tinggi di dunia.

Karena itu dalam memperingati Hari Kanker se Dunia Tahun 2020 beberspa hari lalu, Pemko Sawahlunto melalui Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia menerjunkan beberapa Dokter untuk menjadi Pembina Upacara di seluruh sekolah SLTP dan SLTA se Kota Sawahlunto.

Menurut Yasril Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tahun untuk menumbuhkan kesadaran, mendorong upaya deteksi dini dan pencegahan, serta pengobatan. Peringatan HKS diharapkan dapat menurunkan angka penderita dan kematian akibat kanker secara signifikan pada 2020.

Dalam upacara itu disosialisasikan kepada pelajar cara hidup sehat untuk mencegah kanker. Jenis kanker yanh paling banyak dialami oleh perempuan, yakni kanker payudara dan kanker leher rahim. Menurut situs Hari Kanker Sedunia, kanker membunuh lebih banyak daripada Aids, Malaria, dan TBC.

Mencegah kanker, Dinas Kesehatan juga mengkampanyekan IVA test di Puskesmas bagi perempuan berkeluarga. Tes IVA merupakan salah satu cara untuk deteksi dini penyakit kanker serviks atau kanker mulut rahim. “Tes IVA tidak sakit dan efektif mendeteksi kanker serviks, namun sayangnya banyak wanita yang enggan melakukan test ini dikarenakan takut dan malu, sehingga target IVA test di tahun lalu tidak tercapai” ujar Yasril.

Terkait kanker yang bisa menyerang siapa saja, Yasril juga mengingatkan untuk mewaspadai tahi lalat. Karena pada sejumlah kasus langka, tahi lalat dapat mengganas menjadi melanoma, salah satu jenis kanker kulit. (humas)

Please follow and like us:




ARTIKEL LAIN