“Bedah Rumah” ala Pemko Sawahlunto

Mengatasi masalah kemiskinan ditempuh dengan berbagai cara oleh Pemko Sawahlunto yang dipimpin Ali Yusuf – Ismed. Salah satunya dengan membantu memperbaiki kondisi hunian masyarakat yang tidak layak huni atau bedah rumah.

Program bedah rumah ini dilakukan dengan menyasar minimal 30 rumah milik warga tidak mampu setiap tahunnya, dengan berbagai sumber pembiayaan. Selain bantuan dari BAZNAS Kota, bedah rumah juga didanai dari kegiatan Badan Kesbangpol PBD dan Dinas Sosial Kota Sawahlunto dengan sumber dana dari APBD dan APBN dengan besaran bantuan 10 hingga 15 juta rupiah.

Walikota Ali Yusuf juga aktif menjalin komunikasi dan menjajal lobi-lobi dengan berbagai pihak terutama BUMN untuk membantu percepatan program bedah rumah ini.

Kepala Badan Kesbangpol PBD Drs.Adriyusman mengatakan pihaknya juga telah menurunkan bantuan tenaga untuk membantu masyarakat menyelesaikan pengerjaan bedah rumah ini. “Kami siap bergotong royong memberi bantuan tenaga sukarela untuk membantu mempercepat pengerjaan rumah warga kurang mampu. Dalam membantu pengerjaan bedah rumah ini biasanya kami menurunkan rata-rata 5 tenaga anggota TRC dalam sehari, dan biasanya pengerjaan bedah rumah ini bisa diselesaikan secara gotong royong dalam 5 hari kerja” tutur Adriyusman.
Di tahun 2015, Pemko sudah melakukan survey rumah tidak layak huni dan diketahui di kota ini terdapat sekitar 400 rumah tidak layak huni yang dihuni oleh ratusan KK.

Please follow and like us:
error




ARTIKEL LAIN