Tingginya intensitas curah hujan di Sawahlunto sejak Jum’at 27 Desember 2019 lalu menyebabkan belasan titik longsor melanda Kecamatan Lembah Segar. Dari belasan titik longsor itu, terdapat 7 unit rumah dengan kondisi rusak berat.

Walikota Sawahlunto Deri Asta yang meninjau langsung kondisi titik – titik longsor tersebut, Selasa 31 Desember 2019 menyebutkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinsos PMD – PPA) telah melaksanakan prosedur tanggap darurat. Kini, setelah tahapan tanggap darurat itu selesai, diserahkan bantuan terkait dan segera dilanjutkan dengan langkah rehabilitasi – rekonsiliasi pasca bencana.

previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
Slider

“Tugas kita setelah ini adalah bagaimana membantu membangun kembali rumah – rumah masyarakat yang sudah berstatus rusak berat ini. Tadi kita sudah melihat beberapa solusinya, selain dengan dana yang bisa disediakan di APBD pada anggaran rehab dan rekon bencana, kita juga mencoba menggunakan peluang untuk berkoordinasi dengan lembaga bantuan sosial seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang kebetulan mereka mempunyai program membantu pembangunan kembali rumah yang rusak akibat bencana ini,” sebut Deri Asta.

Deri juga mengatakan, untuk beberapa rumah yang kondisi longsor dan kerawanannya disebabkan karena jalur drainase dan dam jalan yang runtuh, maka juga bisa dibantu mengunakan dana Sarana dan pra – sarana (Sarpras) Kelurahan. Jika dengan hal itu masih belum rampung, Walikota menyebut akan dibahas lebih lanjut dengan pihak – pihak terkait.

“Yang jelas, untuk situasi sekarang ini kita amankan dulu warga yang rumahnya tidak bisa ditempati lagi, atau rawan untuk ditempati. Dari Pemko kita menyediakan tenda, ada alternatif lain jika bisa mengungsi ke rumah kerabat/tetangga, juga bisa kalau misalnya ada masyarakat sekitar yang menyediakan bangunan yang bisa ditempati akan lebih bagus, silahkan bermufakat para warga setempat,” kata Deri.

Terkait situasi cuaca saat ini dimana hujan diperkirakan masih akan terus turun, Walikota Deri Asta menghimbau pada seluruh masyarakat, terutama di kawasan yang rawan banjir dan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Kesiapsiagaan menghadapi bencana ini juga disampaikan Walikota kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Sawahlunto.

“Kepada teman – teman ASN, mari kita turut berwaspada dengan perkembangan cuaca sekarang. Yang penting juga, kita siap siaga juga untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana ini. Terutama di jajaran ujung tombak yakni Pemerintahan Desa dan Kelurahan, harap stand by selalu untuk mendampingi dan membantu warga. Jangan sampai pada saat rawan bencana sekarang, pak Desa pak Lurah maupun personelnya tidak di tempat atau tidak bisa dihubungi. Mau kemana lagi masyarakat hendak mengadu nanti,” himbau Deri Asta.

Bencana longsor ini juga melanda 2 unit bangunan instansi Pemko Sawahlunto, yakni Kantor Lurah Pasar dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Sikabu. Sehingga, Kantor Lurah Pasar dan Pustu Sikabu dipindahkan sementara.

“Untuk Kantor Lurah Pasar itu dipindah sementara ke Rumah Cokelat, samping pusat souvenir Sawahlunto (belakang GPK). Kemudian untuk Pustu Sikabu dipindah ke gedung PAUD, lokasinya tidak begitu jauh dari Pustu tersebut,” tutur Walikota Deri Asta.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMD PPA), Dedi Syahendri mengatakan bahwa setelah tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan personel BPBD melakukan tanggap darurat, bantuan yang diberikan pihaknya adalah ; family kit, matras, selimut, makanan siap saji dan minyak goreng. Sementara dari BPBD juga membantu bahan – bahan sembako.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Rehab – Rekon Badan Kesbangpol dan BPBD Sawahlunto Arfizon menyebutkan, untuk bantuan terpal pihaknya sudah menyerahkan kepada warga terdampak longsor sebanyak 100 unit lebih.

“Langkah warga untuk meminimalisir kerawanan tanah yang rawan longsor, itu ditutupi sementara dengan terpal. Kita membantu dengan menyediakan terpalnya, tercatat sudah lebih dari 100 terpal yang kita bagikan sampai sekarang,” ujar Arfizon.

Sesuai arahan Walikota Deri Asta, direncanakan akhir Minggu ini di Kecamatan Lembah Segar pada titik – titik longsor yang melanda rumah warga sampai rusak berat akan dilakukan gotong royong gabungan. Menurut Sekretaris Camat (Sekcam) Lembah Segar Subandi, direncanakan akan digelar Sabtu/Minggu depan.

“Kita gotong royong bersama, membantu masyarakat. Selain dari jajaran personel kita di Kecamatan dan Pemko, kita ajak juga TNI – Polri, kemudian ormas – ormas yang ada di Sawahlunto. Semoga ramai sehingga masyarakat pun terbantu,” kata Subandi.

Adapun 5 titik rumah rusak berat dan sejumlah ruas jalan longsor yang ditinjau Walikota Deri Asta dan jajarannya itu yakni di Kelurahan Air Dingin dan Kelurahan Kubang Sirakuk Selatan.

Sebelumnya, pada Sabtu 28 Desember usai longsor tersebut Wakil Walikota Zohirin Sayuti juga sudah terlebih dahulu mendatangi beberapa titik longsor itu, di antaranya di Tanjung Sari. (Humas)




ARTIKEL LAIN