194936922_5742279299176595_7752663348011403056_n
196390503_5742278979176627_6002605057216634260_n
196548434_5742279519176573_6927927492383870250_n
196833767_5742279745843217_418358289595054504_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat menyelenggarakan Peningkatan Kompetensi Pengrajin Tenun Minang, pada 08 – 10 Juni 2021 di Sawahlunto. Kegiatan ini mendatangkan pemateri desainer fashion yang sudah lama berkecimpung di bidang tenun lokal, sekaligus juga Founder dan CEO Tenun Gaya, Wignyo Rahadi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Wahyu Purnama menyebutkan, dengan kegiatan ini output (hasil akhir) yang dituju yakni strategi untuk meningkatkan nilai ekonomis tenun Minang. Bank Indonesia hadir mewujudkan itu, antara lain dengan melakukan evaluasi terhadap produk tenun Minang selama ini, sehingga kelemahan – kelemahan yang ada dapat diperbaiki agar sesuai dengan minat dan permintaan pasar.
“Kita ingin agar jangkauan pasar dari tenun Minang ini dapat lebih luas. Masyarakat umum, termasuk millenial itu kita harap menyukai dan membeli tenun Minang ini. Agar itu bisa terjadi, maka kita lakukan dengan evaluasi dan strategi yang dibahas dalam Peningkatan Kompetensi ini,” ujar Wahyu Purnama.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 16 orang pengrajin tenun Minang dari 5 kabupaten/kota di Sumbar yang merupakan daerah penghasil tenun, termasuk Kota Sawahlunto.
Walikota Sawahlunto Deri Asta yang hadir langsung membuka kegiatan itu, menyampaikan bahwa memang mutlak diperlukan evaluasi dan peningkatan mutu dari tenun Minang, termasuk songket Silungkang dari Sawahlunto agar lebih menarik minat pasar.
“Songet Silungkang kita ini sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) nasional. Kemudian juga sudah terdaftar dalam sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kemenkum – HAM. Artinya ini sudah menjadi modal yang besar dan kuat bagi songket Silungkang, namun untuk menjangkau pasar lebih banyak tentu dari sisi desain, kualitas benang, dan hal – hal teknis lainnya harus ada peningkatan dan inovasi. Itulah yang dibahas dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi ini,” kata Walikota Deri Asta.
Walikota Deri Asta menyampaikan terimakasih kepada BI Sumbar atas kontribusinya membina pengrajin tenun Minang, termasuk pengrajin songket Silungkang. Pembinaan tersebut, dikatakan Walikota sangat berperan besar dalam perkembangan songket Silungkang.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.