82971749_3546049375466276_1375757971430047744_o
83226349_3546047838799763_5333953510201360384_o
83514589_3546049978799549_7193521732001464320_o
83618809_3546048575466356_8646063728590061568_o
83887004_3546047408799806_5914596164786716672_o
84073108_3546050505466163_3810045813036417024_o
84080410_3546049712132909_3924621002029400064_o
84091068_3546048202133060_2167729952034652160_o
84346903_3546047318799815_4864385491643924480_o
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Tercatat sejumlah 4.206 pendaftar CPNS Kota Sawahlunto mulai menjalani Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang diselenggarakan Senin – Sabtu, 27 Januari sampai 02 Februari 2020. Setiap harinya, seleksi dilaksanakan 5 sesi dimana setiap sesi tersebut diikuti 130 pendaftar.

SKD CPNS Kota Sawahlunto kini untuk pertama kalinya dilakukan langsung di Kota Sawahlunto, tepatnya di SMK Negeri 1 Sawahlunto. Tahun sebelumnya, pendaftar CPNS untuk Kota Sawahlunto menjalani SKD di Kota Solok.

Walikota Sawahlunto Deri Asta yang pada hari pertama SKD, Senin 27 Januari 2020 meninjau langsung pelaksanaan SKD tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mendukung dan memfasilitasi dengan baik penyelenggaraan SKD CPNS itu.

“Kita sejak awal mempersiapkan ini dengan baik, teman – teman di BKPSDM saya pesankan agar menjaga betul proses SKD ini berjalan dengan baik. Jangan sampai kepercayaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada kita untuk menjadi penyelenggara SKD ini disia – siakan. Kita ingin tahun berikutnya SKD juga tetap bisa kita laksanakan di Sawahlunto, maka sekarang harus kita laksanakan dan jaga dengan baik,” ujar Deri Asta.

Walikota juga menekankan, bahwa Pemko melalui BKPSDM hanya membantu memfasilitasi penyelenggaraan, sedangkan untuk teknis pelaksanaan murni dilakukan oleh personel Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sehingga jika ada isu – isu yang mengatakan ada campur tangan Pemko maka bisa dipastikan tidak benar.

“Ini kan seleksinya dengan sistem komputer ya, juga sangat transparan. Mulai dari masuk ke ruangan ujian itu diperiksa, sampai ke soal itu setiap orang berbeda soalnya. Nanti setelah selesai juga langsung kelihatan nilai berapa yang didapat. Sama sekali tidak ada peluang permainan atau campur tangan panitia segala macam,” tegas Deri Asta.

Terkait peserta SKD yang mencapai lebih dari 4.000 orang tersebut, menurut Walikota Deri Asta turut memberikan multiplier effect (efek pengganda) ekonomi pada perekonomian masyarakat setempat. Sebab dengan ribuan peserta tersebut, selain berbelanja makanan – minuman, juga tidak sedikit yang menginap di sekitar lokasi SKD yakni di Talawi.

“Ini berkah tersendiri juga bagi masyarakat sekitar ya, ada 4.000 lebih peserta, banyak juga yang dari luar Sawahlunto. Mereka ini akan sarapan dan makan, katanya banyak juga yang menginap. Ini peluang ekonomi bagus, masyarakat sekitar bisa memanfaatkan ini dengan baik”, tutur Deri Asta.

Sementara, Kepala BKPSDM Sawahlunto Guspriadi melaporkan bahwa jumlah formasi CPNS yang dibuka Pemko Sawahlunto adalah sebanyak 116 formasi. (Humas)




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.