248172150_6469682713102913_1560334115422701799_n
248491090_6469682823102902_8714952325039201057_n
249604650_6469682596436258_6291966198474016165_n
249760422_6469683003102884_1456754593136369942_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Sawahlunto melakukan pendampingan dan pengawasan intensif pada masyarakat penerima bantuan ternak kambing, ayam dan itik. Pendampingan dan pengawasan ini diterjemahkan antara lain melalui layanan pengaduan di WhatsApp Group (WAG) dan media sosial, kemudian monitoring langsung ke lapangan yang dijadwalkan sekali dalam 3 bulan.
Disampaikan Kepala DKP3, Heni Purwaningsih, langkah pendampingan dan pengawasan ini bagian dari upaya memastikan bantuan ternak yang diberikan Pemko memang benar – benar dirawat dengan baik sampai bisa menghasilkan sesuai target.
“Kita mulai ini dari awal sebelum ternak diserahkan, itu para penerima kita berikan sosialiasi teknik beternak yang baik dan benar. Kita bekali mereka dengan pengetahuan dan skill itu, karena beternak ini kalau mau hasilnya maksimal ya memang harus ada ilmunya. Masa perawatan oleh penerima, itu berhasil atau tidaknya ditentukan oleh pengetahuan dan skill tersebut,” kata Heni Purwaningsih, dalam keterangannya yang disampaikan pada Jum’at 29 Oktober 2021 tadi di Sawahlunto.
Sebagai pendampingan dan pengawasan yang efektif dan efisien untuk memperoleh pelayanan yang cepat, maka dilaksanakan melalui WhatsApp Group (WAG). Disebutkan Heni, untuk admin di WAG itu adalah para dokter hewan dan tenaga penyuluh terkait di DKP3 yang siap menjawab laporan dan pertanyaan dari masyarakat penerima bantuan ternak.
“Kita manfaatkan teknologi informasi dengan WAG ini, jadi ada layanan konsultasi yang mudah, murah dan cepat. Nanti kalau ada laporan yang tidak bisa diselesaikan melalui konsultasi online, tim DKP3 menindaklanjuti dengan mendatangi langsung masyarakat yang bersangkutan,” ujar Heni.
Dari pemantauan di WAG tersebut, Heni menyebut interaksi yang terjadi cukup tinggi dan hangat. Silahturrahmi antar masyarakat penerima bantuan ternak juga terjalin semakin baik.
“Kita gembira melihat di WAG ini juga menjadi sarana sharing (berbagi) antar peternak. Jadi kalau ada keluhan, selain dari tim kami itu juga teman – teman mereka sesama peternak yang kemudian ikut menyampaikan pengalaman atau tips – tips beternak yang bagus,” tutur Heni.
Sementara untuk monitoring langsung ke lapangan untuk meninjau perkembangan setiap peternak, dilakukan secara berkala yakni sekali dalam 3 bulan.
Walikota Sawahlunto Deri Asta menyatakan bentuk pendampingan dan pengawasan itu adalah wujud nyata Pemko Sawahlunto memastikan bantuan yang diberikan tidak hanya sampai di tangan masyarakat, namun juga benar – benar diambil manfaatnya.
“Contohnya pada ternak kambing, ayam dan itik ini, kalau kami hanya menyerahkan, kemudian ternaknya sampai di masyarakat setelah itu kami diam saja maka tidak akan maksimal hasilnya. Kami menyadari, masyarakat kita butuh untuk ditemani dan diingat – ingatkan dalam merawat ternak ini, jadi ini upayanya ; ada pendampingan dan pengawasan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” kata Walikota Deri Asta.
Sambil mengapresiasi langkah DKP3 dalam melaksanakan pendampingan dan pengawasan pada penerima bantuan, Walikota Deri Asta juga mengajak OPD – OPD lain untuk mengintensifkan pendampingan dan pengawasan pada program – program bantuan pada masyarakat.
“Mari kita bersama – sama memastikan bahwa ketika ada bantuan yang diserahkan pada masyarakat itu memang tidak sekedar sampai saja, namun manfaat dari bantuan itu diterima masyarakat. Untuk itu memang perlu masyarakat penerima kita dampingi,” ajak Walikota Deri Asta.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.