Masyarakat yang bertanam kakao dihimbau untuk terus meningkatkan perhatian dan intensitas perawatan pada tanaman tersebut. Dalam membantu hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Sawahlunto menyediakan bantuan pupuk dan peralatan pemangkasan kakao.

Untuk meningkatkan skill dan pengetahuan masyarakat dalam melakukan pemangkasan dan pemupukan kakao itu, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Sawahlunto memfasilitasi penyuluhan/sosialisasi dari penyuluh maupun tenaga ahli terkait. Ini dirangkum dalam Gerakan Massal (Germas) pemangkasan dan pemupukan kakao yang menyasar seluruh kelompok tani di ‘Kota Arang’.

71658235_3185843901486827_3962968170855137280_n
71773070_3185842518153632_1098136619765989376_n
71883815_3185842784820272_2982478431972753408_n
72214291_3185842174820333_5324023335359610880_n
72279874_3185841934820357_1106693380030595072_n
72315507_3185844568153427_7017489757185769472_n
72468254_3185843288153555_4665559433898622976_n
72558201_3185842931486924_6022559311757049856_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Senin, 07 Oktober 2019 giliran Kelompok Tani Saiyo Dusun Balai Tangah Desa Pasar Kubang Kecamatan Lembah Segar yang disambangi Dinas terkait dalam Germas tersebut. Kali ini Germas yang diselenggarakan cukup istimewa sebab dihadiri langsung oleh Walikota Deri Asta dan 2 orang ahli tanaman kakao dari Universitas Andalas (Unand) yakni Profesor Helmy dan Dr. Heri Bahrizal Tanjung (keduanya dari Prodi Pascasarjana Unand).

Dalam momen itu, usai berdiskusi dengan kurang lebih 50 orang anggota kelompok tani, Walikota Deri Asta menyerahkan bantuan pupuk sebanyak 25 kg/orang dan 1 set alat pemangkasan kakao. Pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK dengan kandungan

“Saya selalu mengulang kembali untuk mengingatkan bahwa dalam bertani – termasuk bertani kakao ini – sangat penting untuk kita selalu memperhatikan tanaman. Memperhatikan di sini mulai dari membersihkan, menyiangi, memberi pupuk, menyiram dan berbagai upaya lainnya. Karena tanaman hanya akan memberikan panen/hasil maksimal ketika kita juga maksimal dalam memperhatikannya,” kata Deri.

Dilanjutkan Deri, kelemahan masyarakat sekarang ini yang terpantau adalah minimnya perawatan pada tanaman. Banyak yang hanya ke kebun – ladang pada saat untuk panen saja, sementara momen penting perawatan justru pada waktu – waktu sebelum panen.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Hilmed menyebutkan pihaknya saat ini juga sedang melakukan pembahasan bagaimana dalam pasca panen dan pemasaran para petani juga bisa dibantu.

“Bapak – ibu, semoga semakin bersemangat dengan bekal ilmu dari penyuluh serta pupuk dan peralatan pangkas tadi. Jika bapak – ibu sudah bersemangat dan hasil produksi panen meningkat, maka kami juga sedang dalam pembahasan untuk membantu juga di sisi pasca panen, terutama pemasaran,” kata Hilmed. (Humas)




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.