158149855_5291881767549686_5205483584592737556_o
158597641_5291881054216424_873399549904533979_o
158673746_5291879634216566_8747408663277752610_o
158734298_5291880090883187_4599078929242825485_o
158807773_5291882240882972_4072134224678076985_o
158922381_5291880424216487_3918238526553865157_o
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan siap mendukung dan membantu peningkatan akses jalan menuju Kota Sawahlunto. Pernyataan itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dalam arahannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pemprov Sumbar dengan Pemerintah Kota/Kabupaten se – Sumbar, yang dilaksanakan Rabu, 10 Maret 2021 tadi di Padang.
Gubernur Mahyeldi menyebutkan, akses jalan menjadi sangat penting tidak hanya untuk mendukung pariwisata di Sawahlunto, namun lebih utama lagi adalah mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota ‘World Heritage versi UNESCO’ itu. Maka itu, Pemprov Sumbar melalui Dinas terkait yakni PUPR segera mengkaji tindak lanjut dukungan peningkatan kualitas akses jalan tersebut.
“Dalam visi dan misi Pemprov Sumbar, itu misi nomor 6 berbunyi ; meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dukungan kita pada pembangunan akses jalan ke Sawahlunto itu sesuai dengan misi ke 6 Pemprov Sumbar ini,” ujar Gubernur Mahyeldi.
Strategisnya peran akses jalan dalam meningkatkan perekonomian suatu daerah dicontohkan Gubernur Mahyeldi pada peningkatan dan pelebaran jalan di Muaro sampai ke Air Manis di Padang. Di mana yang pada awalnya sepi, setelah diperlebar dan diperbagus jalannya maka kawasan tersebut kini ramai dan malah pada waktu liburan terpantau sering macet karena begitu banyaknya arus kendaraan di sana.
Kemudian, tentang status sebagai Kota Warisan Budaya Dunia versi UNESCO yang didapatkan Kota Sawahlunto, Gubernur Mahyeldi mengarahkan agar Pemko dan Pemprov bersinergi dalam mempromosikan potensi wisata tersebut ke pasar internasional. Sebab Gubernur melihat, status dari UNESCO tersebut adalah peluang emas dalam menarik perhatian dunia pada pariwisata Sawahlunto.
“Ini butuh persiapan dan pengelolaan yang khusus, bagaimana menjual pariwisata ‘World Heritage’ di Sawahlunto ke level internasional. Ini koordinasi dan peran dari semuanya, Pemko, Pemprov, Pemerintah Pusat dan juga BUMN,. Tapi bagaimanapun kendalanya harus kita lalui, agar anugerah yang telah diterima sebagai Kota Warisan Dunia ini benar – benar terasa manfaatnya, ada dampak yang dirasakan oleh kota dan masyarakatnya,” kata Gubernur Mahyeldi.
Sementara, Wakil Gubernur Audy Joinaldy menyampaikan hal yang juga terkait status Kota Warisan Dunia yang diperoleh Sawahlunto dari UNESCO. Wakil Gubernur meminta agar produk UMKM Sawahlunto dapat dibranding dengan aura ‘World Heritage versi UNESCO’ tersebut.
“Kita yakin bahwa dengan adanya brand produk UMKM Sawahlunto adalah produk dari Kota Warisan Dunia UNESCO, itu berpengaruh besar dalam meningkatkan daya saing. Makanya saya minta Dinas terkait di Pemko dan Pemprov, bantu UMKM Sawahlunto membranding produk mereka dengan warisan dunia ini,” sebut Wagub Audy.
Visi dan misi Pemprov Sumbar ternyata tidak jauh berbeda dengan visi dan misi Pemko Sawahlunto, sehingga banyak visi dan misi yang sejalan. Hal ini dikatakan Walikota Sawahlunto Deri Asta sangat membantu dalam sinergi dan koordinasi antar Pemko dengan Pemprov.
“Kita optimis sinergi dalam bekerja membangun kota dan mensejahterakan masyarakat dengan dukungan dari Pemprov Sumbar, ini tidak terlepas dari banyak visi misi Pemko Sawahlunto yang sealur dengan visi misi Pemprov Sumbar. Tinggal bagaimana koordinasi dan kerjasama dapat terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Walikota Deri Asta.
Terkait dukungan peningkatan akses jalan ke Sawahlunto oleh Pemprov, Walikota Deri Asta menyampaikan bahwa dengan itu sangat berarti sekali bagi Sawahlunto.
“Alhamdulillah, Pemrov telah nyatakan bersedia membantu. Tadi dalam usulan untuk peningkatan jalan itu kita ajukan akses jalan menuju Kota Sawahlunto dari daerah tetangga yakni Batusangkar dan Solok. Jika akses jalan itu diperlebar maka bus – bus pariwisata berukuran besar akan bisa masuk, dan tentunya masih banyak manfaat lain yang tidak kalah pentingnya yang bisa diperoleh nanti,” kata Walikota Deri Asta.
Masih dalam misi peningkatan infrastruktur, Walikota menyebut Pemko Sawahlunto juga mengajukan percepatan reaktifasi (mengaktifkan kembali) jalur rel kereta api Padang Panjang – Sawahlunto. Sebab reaktifasi rel tersebut akan sangat berarti dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Sawahlunto.
“Kereta wisata, terutama dengan Lokomotif Uap legenda E 1060 ‘MAK ITAM’ itu sangat menarik wisatawan ke Sawahlunto. Kita sangat meminta pada Pemprov dan PT. KAI serta Kementerian Perhubungan untuk mempercepat reaktifasi rel kereta api ini,” tutur Walikota Deri Asta.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.