Pemko Sawahlunto mengambil langkah mendaftarkan Songket Silungkang ke Dirjen Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM untuk mendapatkan hak paten berupa sertifikasi Indikasi Geografis.

Walikota Sawahlunto Deri Asta dalam Konferensi Songket Nusantara di Hotel Ombilin pada Sabtu 27 Oktober 2018 mengatakan pengajuan Hak Paten ini merupakan upaya melindungi hak cipta kekayaan intelektual Nenek moyang kita, masyarakat Sawahlunto yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi.

“Pengakuan Hak Paten songket Silungkang ini penting agar tidak diklaim oleh daerah lain atau negara lain. Dengan hak paten ini juga melindungi songket Silungkang dari pemalsuan yang merugikan pengrajin lokal” ujar Deri.

Sementara itu Adi Ikhtibar Ketua DPRD mengungkapkan dengan pengajuan hak paten ini dan dengan semakin bertambah jumlah pengrajin yang tersebar di 4 kecamatan, ia semakin optimis Sawahlunto bisa menjadi kota Songket.

Konferensi songket ini digelar menjelang pelaksanaan Sawahlunto Songket Carnival (SISCA) yakni karnaval songket terakbar di dunia yang akan diikuti oleh 124 grup dari dalam dan luar kota Sawahlunto yang dijadwalkan besok minggu 28 Oktober 2018 di pusat kota.




ARTIKEL LAIN