Dari pemeriksaan terhadap 721 perempuan yang mengikuti IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) test oleh petugas kesehatan di Puskesmas Kecamatan Barangin ditemukan 4 orang positif.

Hasil tes IVA yang positif mungkin menjadi ketakutan tersendiri bagi wanita. Takut benar-benar positif terkena kanker serviks.

Namun, hal tersebut tidaklah tepat. Dr.Al Ansari Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto menjelaskan bahwa Hasil tes IVA positif bukan berarti sudah positif menderita kanker, tapi itu menunjukan ada ‘kemungkinan akan terkena kanker’ atau ‘calon kanker’.

Hasil test IVA positif menunjukkan adanya virus epiloma penyebab kanker di daerah mulut rahim.
Jika virus ini terdeteksi sejak dini, kemunculan kanker bisa dicegah dengan menjalani krioterapi atau penyemprotan cairan nitrogen untuk membunuh virus sehingga tidak menjadi positif.

Untuk IVA Test ini hanya butuh waktu 1 menit dan sangat bermanfaat, tapi sayangnya masih banyak wanita usia subur masih enggan menjalani.

Pada stadium awal, kanker serviks nyaris tidak menimbulkan gejala, namun jika dibiarkan hingga 2 atau 3 tahun maka stadium bisa meningkat dan menimbulkan keluhan.

Al Anshari menambahkan seluruh puskesmas di Sawahlunto sudah mampu melakukan pemeriksaan dini kanker serviks atau IVA test untuk deteksi dini kanker tersebut.(rn/humas)




ARTIKEL LAIN