Wakil Walikota Zohirin Sayuti menghimbau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sawahlunto agar mempercepat pengadaan trafo baru untuk menggantikan trafo lama yang sudah rusak berat sehingga menyebabkan terhalangnya penyaluran air bersih pada masyarakat. Kemudian, Wawako Zohirin pun meminta agar PDAM juga melakukan langkah konkrit untuk menanggulangi terhambatnya suplai air ke sejumlah wilayah sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Himbauan dan permintaan itu disampaikan Wakil Walikota Zohirin Sayuti saat mendatangi langsung kantor PDAM Sawahlunto, pada Senin 20 Januari 2020. Ditekankan oleh Wawako Zohirin kepada Direktur PDAM, Arifman bahwa meski produksi dan penyaluran air sedang terganggu oleh kerusakan mesin saat ini, jangan sampai suplai air bersih untuk masyarakat terhenti total pula.

“Ini masyarakat yang terdampak sudah mengeluh semua, ya kita pasti maklum kan kebutuhan air bersih ini sangat penting sekali. Makanya, saya minta ini agar dari PDAM sudah dapat solusi konkrit bagaimana tetap ada cara untuk suplai airnya, selama kita menunggu mesin trafo yang baru datang dan dioperasikan. Silahkan PDAM sampaikan seperti apa langkahnya, nanti kita di Pemerintah Kota siap membantu jika dibutuhkan,” kata Wakil Walikota Zohirin Sayuti.

Menyikapi himbauan dan permintaan Wawako Zohirin Sayuti tersebut, Direktur PDAM Arifman mengatakan bahwa untuk menanggulangi terhambatnya penyaluran air bersih ke sejumlah wilayah, pihaknya akan melakukan langkah menyediakan hydran umum. Disebut Arifman, hydran umum ini akan mulai dioperasikan Selasa 21 Januari 2020.

“Untuk sementara wilayah yang kita sediakan hydran umum ini adalah di Padang Malintang, Desa Santur Kecamatan Barangin. Hydran umum kita ini menyediakan air bersih sebanyak 3000 liter (3 kubik),” kata Arifman.

Untuk memaksimalkan suplai air bersih pada sejumlah wilayah terdampak terhambatnya penyaluran air PDAM, antara lain Tangsi Gunung, sebagian Sapan, kawasan Puncak Cemara dan lainnya itu PDAM juga segera bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk menyediakan mobil tanki air.

Sementara, terkait trafo yang saat ini sedang dalam pembelian tersebut, dikatakan Arifman baru akan sampai di Sawahlunto setidaknya 1,5 atau 2 bulan mendatang.

“Trafo tersebut tidak dijual bebas di pasaran. Harus dengan diorder khusus langsung ke pabriknya. Sekarang sudah kita pesan, paling cepat 1,5 bulan lagi baru sampai,” ujar Arifman.

Untuk diketahui, terhalangnya penyaluran air bersih PDAM pada sejumlah wilayah di Sawahlunto disebabkan karena trafo mereka di intalasi Rantih sedang mengalami kerusakan. Sudah diperbaiki beberapa kali, nyatanya trafo tersebut tetap masih rusak sehingga akhirnya sekarang PDAM sedang membeli trafo baru. (Humas)




ARTIKEL LAIN