Membekali kalangan pemuda Indonesia salah satunya dengan wawasan sekaligus life skill tentang keterampilan tenun Silungkang, menjadi salah satu kegiatan yang diikuti oleh perwakilan pemuda dari 34 Provinsi se-Indonesia jelang diresmikannya Pembukaan Jambore Pemuda Indonesia oleh Menpora di Sawahlunto.

Dalam pembukaan pelatihan tenun yang yang berlangsung pada 1 November di SKB, Walikota Sawahlunto mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperluas promosi songket Silungkang ke seluruh nusantara sekaligus membekali pemuda dengan keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat, membuka lapangan kerja mengurangi pengangguran.

Dengan memperkenalkan budaya songket ini ke seluruh nusantara, ia berharap akan tumbuh kecintaan terhadap songket, sehingga cita-citanya menjadikan songket sebagai pakaian nasional ke 2 setelah batik, mendapat dukungan dari kabupaten dan Kota lain di Nusantara.

Pelatihan tenun ini sendiri akan berlangsung selama 15 hari kedepan dari 1 hingga 15 November 2017. Ditargetkan diakhir pelatihan nanti para peserta sudah bisa menghasilkan 1 helai kain songket yang bisa ditunjukkan kepada pemuda peserta Jambore lainnya. Peserta juga boleh membawa pulang peralatan songket yang didanai oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga untuk dikembangkan di daerah asal masing-masing.

Lebih lanjut Ali Yusuf mengatakan bahwa inilah salah satu nilai lebih yang dimiliki Sawahlunto , sehingga ia bisa meyakinkan Menpora untuk mempercayakan Sawahlunto sebagai tuan rumah helatan Jambore Pemuda Indonesia 2017. (humas)




ARTIKEL LAIN