198810227_5783722031698988_5621099433304706756_n
199284432_5783717208366137_260144227055350975_n
199848564_5783716618366196_8625546012509060207_n
199871148_5783717361699455_1100969377780315369_n
199898010_5783717681699423_1625608472749333247_n
200044759_5783721875032337_7765471083000313832_n
200120531_5783717851699406_4548933813968560859_n
201281884_5783716838366174_4142128345926152955_n
201695450_5783722158365642_1687853923246417105_n
201990418_5783717551699436_3778986292314507708_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Sejarah berdirinya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Sawahlunto dimulai dengan peletakan batu pertama pembangunan kampus Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Padang (UNP), pada Kamis 17 Juni 2021 tadi di Luak Katelo Dusun Simpang Desa Kolok Mudiak Kecamatan Barangin. Peletakan batu pertama PSDKU UNP Sawahlunto ini dihadiri langsung oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Perguruan Tinggi, Iwan Syahril bersama Rektor UNP, Ganefri.
Kampus PSDKU UNP yang akan berdiri di atas lahan seluas 5,1 hektare yang berasal dari hibah niniak mamak Kenagarian Kolok kepada Pemko Sawahlunto ini mulai dibangun pada 2021 ini oleh Pemko Sawahlunto, sementara untuk pengembangannya akan dilanjutkan setelah itu oleh pihak UNP. Pembangunan yang kini dimulai oleh Pemko Sawahlunto adalah menyediakan bangunan sejumlah 3 ruangan yang diperuntukkan bagi ruang belajar dan ruang dosen/tenaga pengajar.
Walikota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan, memiliki kampus merupakan impian Pemko dan masyarakat Sawahlunto sejak lama. Kini, dengan PSDKU ini keinginan tersebut mulai menapak menjadi kenyataan.
“Alhamdulillah. Dengan kerjasama dari masyarakat khususnya di Kenagarian Kolok ini, dan sinergi dengan UNP, maka Sawahlunto hari ini menoreh sejarah yakni mulai mendirikan kampus,” ujar Walikota Deri Asta.
Dikatakan Walikota, keberadaan kampus PSDKU UNP ini akan memberikan arti strategis pada Sawahlunto. Selain dampak langsung dalam mencerdaskan generasi penerus melalui pendidikan di kampus itu, dampak lain yang tidak kalah besar adalah dampak sosial ekonomi dari kampus pada masyarakat sekitar dan Kota Sawahlunto secara umum.
“Kita bisa lihat sendiri, bahwa keberadaan kampus itu manfaatnya tidak hanya pada sisi pendidikan saja, namun juga menyentuh sektor sosial ekonomi. Kita contoh saja bagaimana kampus utama UNP di Padang, dengan puluhan ribu mahasiswa saat ini tentu sudah sekian miliar juga dampak perputaran ekonomi bagi masyarakat di sekitar kampus. Sawahlunto ingin menuju ke sana juga, bagaimana pertumbuhan ekonomi di sini bisa juga dipicu dengan munculnya kampus,” kata Walikota Deri Asta.
Dengan tujuan itu jugalah, yang menjadi salah satu alasan kerelaan dari niniak mamak Kenagarian Kolok dalam memberikan hibah tanah bagi pembangunan kampus tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Ketua KAN Kolok, Dahler Datuak Panghulu Sati yang menyebutkan hibah itu wujud konsistensi Kenagarian Kolok dalam membantu Pemko Sawahlunto membangun kawasan pusat perkantoran dan pendidikan.
“Demi pendidikan bagi anak cucu dan kemenakan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, kami bersedia menghibahkan tanah ini guna dipakai menjadi kampus. Untuk merawat hubungan ini, kami berharap Pemko Sawahlunto dan UNP terus menjalin sinergi dengan desa dan nagari, kemudian tolong diberdayakan anak nagari dan masyarakat setempat,” ujar Dahler Datuak Panghulu Sati.
PSDKU UNP Sawahlunto ini, diterangkan oleh Rektor UNP Ganefri, pada tahun pertama pembukaan ini memulai dengan jenjang pendidikan Diploma III (D3) pada jurusan Teknik Otomotif dan jurusan Pertambangan. Tahun selanjutnya, Ganefri menjanjikan UNP bisa membuka program pendidikan (Prodi) lainnya seperti Pariwisata dan lainnya.
“Perlu saya beritahukan, bahwa ini bukan kampus jauh. Ini kampus mandiri, yang memiliki dosen dan fasilitas tersendiri, namun memang tetap berada dibawah UNP. Mungkin ada yang beranggapan bahwa karena bukan di Padang maka kampus PSDKU ini kualitasnya tidak baik, saya tegaskan di sini kalau itu tidak benar, saya menjamin kualitas PSDKU Sawahlunto ini tidak kalah dengan kampus utama UNP,” ujar Ganefri.
Ganefri juga mengatakan, prodi awal yang dibuka saat ini yaitu teknik otomotif dan pertambangan telah disesuaikan dengan sejarah dan potensi Sawahlunto yang memang merupakan kota pertambangan batu bara sejak zaman Kolonial Belanda dahulu. Ditambah lagi dengan adanya sarana pertambangan dari PT. Bukit Asam dan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Kementerian ESDM yang bisa dimanfaatkan untuk fasilitas belajar para mahasiswa.
“Tahun ini, memang yang dibangun Pemko Sawahlunto baru 3 ruangan. Namun, setelah itu nanti kami yang akan melakukan pengembangan kampus di sini, kami siap mengalokasikan dana sampai Rp. 40 miliar untuk kampus PSDKU di Sawahlunto ini,” kata Ganefri.
Sementara, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Iwan Syahril mengatakan, pembangunan kampus PSDKU UNP di Sawahlunto ini memberikan pengaruh besar pada pertumbuhan pendidikan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sawahlunto dan daerah sekitarnya.
“Ini akan memberikan peningkatan generasi penerus yang melanjutkan pendidikan ke bangku perguruan tinggi. Keberadaan PSDKU ini memberikan alternatif pilihan untuk anak – anak kita yang tidak bisa berkuliah ke Padang maka kini bisa cukup di PSDKU Sawahlunto saja,” kata Iwan Syahril.
Pemko Sawahlunto dalam membangun ruangan PSDKU UNP ini mendapat dukungan penuh dari legislatif, yakni DPRD Sawahlunto. Seperti yang disampaikan Ketua DPRD Ny. Eka Wahyu, membangun kampus adalah juga merupakan aspirasi dari masyarakat Sawahlunto.
Momen peletakan batu pertama kampus PSDKU UNP itu dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke BDTBT untuk melihat sarana pelatihan tambang bawah tanah. Dimana dengan kerjasama Kementerian ESDM, sarana itu bisa digunakan untuk fasilitas pembelajaran bagi para mahasiswa nantinya.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.