Kejuaraan Panjat Tebing ‘Wirabraja Open & Speed Classic Extreme Games Silo 10.000’ yang diikuti 150 peserta dibuka langsung oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, Minggu 06 Oktober 2019 di kawasan Silo. Kejuaraan Panjat Tebing yang akan berlangsung sampai Rabu, 09 Oktober 2019 mendatang itu memperebutkan total hadiah Rp 126 juta.

Disebutkan oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0310 Sawahlunto Sijunjung Dharmasraya, Letkol. Inf. Dwi Putranto, ajang ‘Wirabraja Open’ yang digelar sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke – 74 Tahun ini terbagi dalam 3 kategori, yakni ; kategori umum, kategori militer (TNI – Polri) dan kategori kelompok umur.

“Iven kita ini disupport dengan peserta dari berbagai Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI),” kata Dwi Putranto dalam laporannya.

Sementara, Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo mengatakan bahwa digunakannya kawasan Silo sebagai lokasi kompetisi panjat tebing ini menjadi terobosan baru sekaligus daya tarik khusus bagi peserta maupun penonton. Karena itu, ke depan Kunto Arief Wibowo berharap agar iven tersebut dapat dilanjutkan dan ditingkatkan kualitasnya.

previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
Slider

“Silo ini memiliki kekayaan nilai sejarah yang tinggi. Sekarang bisa dimanfaatkan untuk sarana panjat tebing, kan ini unik dan punya daya tarik yang bisa diandalkan. Bukan tak mungkin nanti bisa Silo ini menjadi semacam tempat ‘umrah’nya para atlet panjat tebing tanah air,” ujar Kunto Arief Wibowo.

Pada momen seremonial pembukaan ‘Wirabraja Open’, bersamaan dengan pemukulan tambur oleh Danrem dan unsur Forkopimda Sawahlunto, juga diwarnai dengan atraksi atlet FPTI Sawahlunto yang memasang baliho acara di dinding Silo.

Penyelenggaraan iven itu, selain meningkatkan motivasi para atlet panjat tebing lokal di Sawahlunto, juga diharapkan dapat membantu promosi wisata ‘Kota Warisan Budaya Dunia versi UNESCO’ tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Walikota Deri Asta.

“Pada iven sport tourism ini, sangat membantu dalam promosi wisata Sawahlunto. Apalagi lokasi iven ini juga merupakan salah satu destinasi wisata heritage town. Kami sangat senang adik – adik peserta nanti dapat membantu mempromosikan dan menceritakan tentang wisata di Sawahlunto ini kepada teman dan keluarga. Sementara, jika ada saran dan masukan juga terkait wisata di sini, silahkan disampaikan kepada kami,” kata Deri Asta.

Berbagai pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sawahlunto juga diberikan kesempatan untuk berjualan di stand – stand pameran yang telah disediakan pihak panitia. Terlihat ada sejumlah produk songket Silungkang, makanan khas daerah dan lainnya yang dijual di sana. (Humas)




ARTIKEL LAIN