Walikota Sawahlunto Tanam Padi, Dalam Rangka Gerakan Tanam Padi Kelompok Tani Batang Kuluak Nan Tuo

Kelompok Tani Batang Kuluak Desa Kolok Nan Tuo Awali Gerakan Menanam Padi SAWAHLUNTO – Kelompok tani Batang Kuluak, Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin, Sawahlunto mengawali gerakan menanam padi di lahan 15 hektar. Gerakan menanam padi di kelompok itu, secara simbolis diawali Walikota Deri Asta, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Sawahlunto Heni Purwaningsih dan Camat Barangin Zainul Anwar, Selasa (12/5). Dikatakan Walikota Deri, gerakan ini untuk menjaga persediaan pangan dan mengantisipasi dampak resiko terburuk pandemi covid-19. Soalnya, kedepan tidak tahu apa yang akan terjadi."Kita minta, agar petani tidak menjual seluruh hasil panen khususnya gabah dan beras. Jadikan stock sebagian hasil panen untuk menghindari resiko terburuk pandemi covid-19," ujar Deri. Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3), Heni Purwaningsih mengemukakan, padi yang ditanam ini varietas Bujang Marantau dengan Sistem pengairan Sawah Tadah Hujan. Dikemukakan Heni, Sawahlunto dengan penduduk 66.731 jiwa, membutuhkan beras 6,575 kilogram perkapita perbulan. Maka membutuhkan beras 438,76 ton. "Dengan produksi beras 3.585 ton di triwulan pertama di 2020, dapat memenuhi kebutuhan beras penduduk Sawahlunto lebih kurang 8 bulan kedepan," tutur Heni. (Humas)

Posted by Humas Setdako Sawahlunto on Tuesday, May 12, 2020

Kelompok tani Batang Kuluak, Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin, Sawahlunto mengawali gerakan menanam padi di lahan 15 hektar.

Gerakan menanam padi di kelompok itu, secara simbolis diawali Walikota Deri Asta, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Sawahlunto Heni Purwaningsih dan Camat Barangin Zainul Anwar, Selasa (12/5).

Dikatakan Walikota Deri, gerakan ini untuk menjaga persediaan pangan dan mengantisipasi dampak resiko terburuk pandemi covid-19. Soalnya, kedepan tidak tahu apa yang akan terjadi.

“Kita minta, agar petani tidak menjual seluruh hasil panen khususnya gabah dan beras. Jadikan stock sebagian hasil panen untuk menghindari resiko terburuk pandemi covid-19,” ujar Deri.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3), Heni Purwaningsih mengemukakan, padi yang ditanam ini varietas Bujang Marantau dengan Sistem pengairan Sawah Tadah Hujan.

Dikemukakan Heni, Sawahlunto dengan penduduk 66.731 jiwa, membutuhkan beras 6,575 kilogram perkapita perbulan. Maka membutuhkan beras 438,76 ton. “Dengan produksi beras 3.585 ton di triwulan pertama di 2020, dapat memenuhi kebutuhan beras penduduk Sawahlunto lebih kurang 8 bulan kedepan,” tutur Heni.

Please follow and like us:




ARTIKEL LAIN