Jika tahun – tahun sebelumnya, kehadiran perantau di Hari Jadi Kota hanya mengikuti makan bajamba, sehingga “aura” kehadirannya tidak begitu terasa. Maka momen Hari Jadi Kota ke – 130 kemaren, “aura” kepulangan perantau “Kota Arang” ini sudah lebih terasa.

Hal ini disebabkan tidak hanya jumlah perantau yang “pulang kampung”mengalami peningkatan mencapai kisaran 300 orang. Namun yang lebih “terasa” adalah tiga bentuk kegiatan yang digelar para perantau dalam naungan Badan Koordinasi Induk Keluarga Sawahlunto Jakarta dan Sekitarnya (BAKOR – IKSJ) itu berlangsung sukses dan mendapat apresiasi positif dari masyarakat.

Ada pun tiga kegiatan yang diselenggarakan perantau nan “terasa” langsung ke tengah-tengah masyarakat “Kota Arang” yakni ; penyerahkan paket bantuan sosial, menyelenggarakan talkshow entrepreneurship untuk pelajar, menyelenggarakan city tour dan beramai-ramai mengikuti momen makan bajamba.

Diselenggarakannya tiga kegiatan tersebut oleh para perantau mendapat apresiasi tidak hanya dari warga kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta mendapat fasilitasi penuh oleh Pemerintah Kota (Pemko).

Dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan itu, “lakek tangan” perantau dalam berpartisipasi membangun Kota mulai terlihat. Demikian tanggapan Zulkifli, salah seorang warga “Kota Arang”.

“Ini bagus sekali. Perantau pulang, bisa buat kegiatan, bisa memberikan bantuan. Terlihat lakek tangan-nya perantau ikut serta membantu membangun kota kita. Terbantu masyarakat dengan bantuan sosial. Anak-anak sekolah juga terbuka wawasannya dengan dialog yang dilakukan bersama tokoh-tokoh perantau yang telah sukses di ranah rantaunya,” tutur Zulkifli, yang ditemui pada saat prosesi makan bajamba, di Lapangan Segitiga, Sabtu (01/12) lalu.

Ditambahkan Zul, dirinya berharap untuk Hari Jadi Kota seterusnya, perantau tetap melangsungkan kegiatan-kegiatan seperti itu. “Kalau kegiatan bagus, acara positif seperti ini ya harus diteruskanlah. Hari Jadi Kota tahun besok, perantau hendaknya tetap buat kegiatan ini. Bahkan kalau dapat ditambah acaranya, bantuannya ditambah juga, digalang lebih banyak perantau yang bisa bergabung. Kalau belum dapat ikut pulang kampung kan bisa titip untuk bantuan masyarakat di kampung halaman,” ujar dia.

Tanggapan positif juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto, Adi Ikhtibar. Peningkatan peran serta perantau dalam memeriahkan Hari Jadi Kota, menurutnya mencerminkan kerjasama antara perantau – Pemko terjalin hangat dan menghadirkan dampak positif ke tengah – tengah masyarakat.

“Kita sangat mengapresiasi kontribusi perantau, yang pada Hari Jadi Kota ke – 130 ini menunjukkan peran serta tinggi. Saya dapat laporan kalau dari jumlah, meningkat sampai mencapai 300 perantau yang ikut pulang kampung. Yang istimewa tentu, mereka tidak hanya sekedar pulang. Tapi berhasil menyelenggarakan kegiatan positif yang bermakna dan memberikan manfaat ke tengah-tengah masyarakat,” sebut Adi.

Pemko Sawahlunto, yang mendukung penuh dengan menghadirkan berbagai fasilitas untuk memperlancar kegiatan-kegiatan perantau tersebut menyampaikan bahwa kerjasama perantau dengan Pemko berjalan baik dalam sinergi nan hangat.

Hal tersebut dikatakan Walikota Deri Asta, yang menyebut bahwa silahturahmi perantau dengan Pemko terjalin baik dan terus mengalami peningkatan.

“Kita membangun kota ini tidak bisa hanya sendirian, tidak bisa bertumpu pada Pemerintah Kota saja. Kita semua berperan, bahkan masyarakat ikut berperan. Begitu juga dengan perantau, perannya sangat strategis. Kita bersyukur dan berterimakasih pada saudara-saudara perantau, diawali dengan komunikasi yang hangat, menciptakan ikatan emosional yang akrab, hingga pembahasan mengenai kontribusi bagi kampung halaman kini dapat terwujud pada sejumlah kegiatan yang digelar ini,” tutur Walikota muda nan ramah itu.

Disebutkan Deri Asta, Pemko dan perantau kini memiliki kesamaan visi, yakni menciptakan hal-hal yang berdampak langsung pada pembangunan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang menciptakan sinergi dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan perantau dapat terkoordinasi baik dengan Pemko.

“Kita sama visi, demi masyarakat Sawahlunto yang lebih baik, kita bahas dan kita kerjakan hal-hal yang menyentuh langsung ke tengah-tengah masyarakat, mempengaruhi ekonomi, kesejahteraan masyarakat. Ke depan, kita tingkatkan terus. Ini awal yang baik, semoga para perantau semakin sukses, sehingga semakin besar juga sumbangsih mereka pada Sawahlunto,” kata Deri.

Perantau sendiri, seperti yang disampaikan Ketua BAKOR – IKSJ, Zulkarnain Oeyoeb sangat senang kegiatan yang mereka selenggarakan tersebut ternyata disambut antusias dan memperoleh respon positif di kampung halaman. Sehingga niat mereka membantu masyarakat mulai terwujudkan.

“Kita memang niatkan, ada peningkatan kontribusi kita pada kampung halaman. Tahun kemaren kan kita awali dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) kerjasama dengan Pemko. Nah, sekarang tak terlepas dari komunikasi yang intens dengan pak Wali, kita bahas bagaimana ada kegiatan yang bisa kita buat. Alhamdulillah, teman-teman di BAKOR antusias, siap turun tangan, hingga kegiatan ini terwujud,” kata Oeyoeb, yang pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Pelabuhan Indonesia (Pelni) I.

Ditambahkan dia, koordinasi “rancak” yang telah terjalin antara “kampung – rantau” ini harus terus dijaga ikatannya sehingga manfaat yang didapat pun akan berkesinambungan. “Bersama mari kita jaga ikatan koordinasi ini, sehingga manfaat yang didapat juga terjaga, bahkan dapat ditingkatkan,” ujar Oeyoeb.

Sementara, tentang kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan perantau tersebut, diawali pada Jum’at, 30 November. Dimana kegiatan yang diselenggarakan yakni talkshow entrepenurship (siang), senam massal dengan doorprize (sore) dan malam ramah tamah dengan perantau ditambah penyerahan bantuan sosial (malam).

Sekretaris Umum BAKOR – IKSJ, Jasyanto Sahoer melaporkan untuk talkshow entreprenurship dengan tajuk “Menyiapkan Generasi Milenial Untuk Menghadapi Perkembangan Zaman” menyasar peserta 300 lebih para pelajar SLTA se – Sawahlunto.

“Pada talkshow ini, kita membuka wawasan, memberikan referensi, terutama di bidang entrepreneur pada generasi muda Kota Sawahlunto. Ada sejumlah tokoh perantau sukses dari Sawahlunto yang kita hadirkan sebagai pemateri. Sebut saja antara lain, Masri Hasyar, Sylvia Djardjis, Wira Fransiska, dan lainnya,” kata Jasyanto.

Dari data yang dirangkum Humas , sejumlah sub – tema materi yang dibahas yakni Peluang Teknologi di Zaman Now, Kiat Sukses Organisasi dan Bisnis, Menyiapkan Generasi Yang Handal dan Berbudi Pekerti Menghadapi Tantangan Zaman, serta Menciptakan Tenaga Kerja Terampil.

Sore harinya, senam massal dengan doorprize yang diselenggarakan menyedot ratusan peserta. Sejumlah hadiah seperti mesin cuci, dispenser, sepeda dan lainnya cukup menarik banyak peserta untuk memperebutkannya.

Malam harinya, didahului makan malam dan dialog dengan jajaran Pemko Sawahlunto, perantau menyerahkan bantuan sosial, yang diterima 4 Camat “Kota Arang”.

Acara lainnya, perantau mengikuti makan bajamba dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata “Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya” dalam city tour. (Humas)




ARTIKEL LAIN