Kesadaran Vaksinasi Rabies Masih Rendah

Drh. Feri Oktaviandris Kepala UPT Kesehatan Hewan Kota Sawahlunto mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat pemilik hewan peliharaan di Kota Sawahlunto untuk memberi vaksinasi rabies kepada peliharaannya masih rendah.

Ini terlihat saat Tim Kesehatan Hewan turun ke desa kelurahan untuk menvaksin dari rumah k rumah warga.
Banyak pemilik hewan terlebih pemilik anjing peburu yang menolak vaksinasi ini karena mempercayai mitos bahwa anjing yang divaksinasi akan melemah.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya ITU hanya mitos. Memang setelah divaksinasi sebagian hewan akan mengalami gejala sperti demam. Tapi gejala itu biasanya hanya berlangsung selama 1-2 hari, yang menandakan vaksin sedang bekerja membentuk kekebalan.

Wajar saja jika sehabis vaksin jika langsung dibawa berburu anjing akan lemah. Namun kondisi fisik anjing akan kembali pulih dan tangguh seperti biasa jika telah melewati 1-2 hari.

Ia mengatakan, jika tidak divaksinasi akan berpotensi membahayakan pemilik anjing Dan warga sekitar.
Karena penyakit rabies sangat mungkin menular lewat gigitan, tidak hanya pada hewan tapi juga kepada manusia.
Jika sudah tergigit, biaya suntikan rabies harganya cukup mahal Dan efek akhir dari gigitan hewan pengidap rabies adalah kematian.
Is juga mengatakan kasus rabies di Sawahlunto di 2017 menurun, sementara di 2018 belum ditemukan. Memang kasus gigitan hewan meningkat, tapi setelah diteliti tidak terdapat rabies pada gigitan.(humas)




ARTIKEL LAIN