Meski keterbatasan dana, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Sawahlunto, tetap eksis mengikuti ajang Porsadin (Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah) tingkat Provinsi di Payakumbuh dan siap kembali mengharumkan nama Sawahlunto di tingkat Nasional.

Kepada Walikota Sawahlunto saat melepas kontingen Porsadin pada jumat 29 Maret 2019 di Balaikota, Zuli Hertati Ketua PKDT Kota Sawahlunto menyampaikan untuk memberangkatkan 12 santri yang akan mengikuti 7 cabang lomba ini, pihaknya membutuhkan dana sekitar 16 juta, namun baru terkumpul 4 juta berasal dari Sumbangan Kemenag dan donatur lainnya, untuk itu pihaknya meminta bantuan Walikota.

Selama mengikuti ajang yang digelar sekali 2 tahun ini, santri Sawahlunto selalu menorehkan prestasi baik tingkat provinsi maupun nasional. Prestasi ini pernah diraih Olivia Novrianti santri MD Dharma Wanita Kemenag yang meraih medali perunggu dari cabang Hafiz 1 Juz pada Porsadin 2017 di Jawa Timur, juga santri Muhammad Al Farisi memperoleh perunggu tingkat Nasional di tahun 2015.

Walikota Deri Asta berpesan agar kontingen menjaga nama baik Kota Sawahlunto dan pulang dengan sehat dan membawa prestasi. Terkait dengan dana, untuk tahun ini Deri hanya bisa membantu dengan sumbangan pribadi, namun untuk tahun selanjutnya ia meminta FKDT memasukkan proposal kegiatan ke Bagian Kesra sehingga bisa dimasukkan dalam bentuk kegiatan yang dibiayai APBD.

“Kebutuhan pelaksanaan Porsadin yg bersifat pokok InsyaAllah di tahun 2021 bisa dibiayai dengan APBD, jika diusulkan pada Musrenbang di tahun 2020” ujar Walikota.

Adapun kontingen yang lolos seleksi mengikuti Porsadin tingkat Provinsi di tahun ini berasal dari MDA Nurul Huda Pasar Baru Durian, MDA Nurul Falah Kampung Surian, MDA musola Taqwa Lubang Panjang, Madrasah Dharmawanita Persatuan Kemenag Mudik Air, MDA Islahul Ummah Tanah Lapang, dan MDA Tanjung Sari.(humas)




ARTIKEL LAIN