252422896_6523446547726529_6039781748289113897_n
252763227_6523445531059964_8401273007323910881_n
253219905_6523446101059907_2187451238485709879_n
254293357_6523445844393266_2431568496883955513_n
254351906_6523446317726552_4591261375220140898_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Pemko Sawahlunto berkomitmen hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti untuk biaya berobat. Kehadiran ini dilaksanakan melalui penyerahan bantuan sosial (bansos) tidak terencana.
Salah satunya seperti bansos yang diserahkan Walikota Sawahlunto Deri Asta pada Senin 08 November 2021 tadi kepada 2 kakak beradik yakni Vyolet Maghendra dan Chintya Maghendra di Kelurahan Aur Mulyo Kecamatan Lembah Segar. Juga kepada Rido Jafendri di Desa Kumbayau Kecamatan Talawi.
Kepala Dinsos PMD – PPA, Efriyanto, melaporkan bahwa bansos ini diberikan untuk membantu biaya pengobatan. Bantuan yang diberikan berupa uang yang ditransfer langsung ke rekening masing – masing penerima.
“Untuk Vyolet Maghendra, itu menerima sebanyak Rp 4 juta. Kemudian Chintya Maghendra menerima Rp 2 juta. Adapun Rido Jafendri itu menerima Rp 2.500.000-,” kata Efriyanto.
Lebih lanjut, disebutkan Kabid Sosial Dinsos PMD – PPA, Yosrizal, bahwa Vyolet Maghendra menderita penyakit amblyopia (penyakit penurunan penglihatan karena perkembangan visual yang abnormal, yang terjadi karena jalur saraf antara otak dan mata tidak terstimulasi dengan benar).
Sementara adik Vyolet, yakni Chintya Maghendra, menderita penyakit lymphongioma (pembengkakan leher sebelah kiri). Vyolet dan Chintya, merupakan putri dari pasangan Hendra Purwiyanto dan Maghdalena Flora Sudarmo.
“Kalau untuk Rido Jafendri, itu pengobatan kaki beliau yang diamputasi karena kecelakaan. Selain itu juga kita bantu usulkan untuk memperoleh bantuan modal usaha bagi disabilitas,” ujar Yosrizal.
Walikota Sawahlunto Deri Asta menyatakan, Pemko Sawahlunto hadir untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dalam biaya berobat. Tentunya bansos yang diberikan dengan mematuhi regulasi yang berlaku.
“Bansos ini kita tujukan pada masyarakat kita yang benar – benar membutuhkan. Sehingga untuk itu ada kriteria, ada ketentuan – ketentuannya, sampai kemudian juga ada verifikasi data sampai survey lapangan oleh OPD terkait. Untuk besaran bansos yang diberikan juga itu dikaji terlebih dahulu,” sebut Walikota Deri Asta.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.