202588118_5829306263807231_679438776934833359_n
203545040_5829306560473868_305543125243763998_n
203963368_5829306403807217_7926318764183850057_n
204450181_5829307000473824_3940784877464265007_n
204594969_5829306677140523_4670527082866360966_n
205599866_5829306093807248_7443820428358352242_n
207782068_5829306880473836_2437749913940714162_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Sekolah Istri Teladan Sawahlunto (SILO) dan Serasehan Calon Pengantin (SALON), 2 program kolaborasi Pemko Sawahlunto dengan TP – PKK serta GOW Kota Sawahlunto yang bertujuan untuk pemberdayaan keluarga, diluncurkan secara resmi pada Sabtu 26 Juni 2021 kemaren oleh Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Rohika Kurniadi Sari, di Hall Ombilin.
Sekolah Istri Teladan Sawahlunto (SILO), seperti yang dilaporkan oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMD – PPA), Efriyanto, adalah program pendidikan dan pelatihan bagi para wanita di Sawahlunto yang telah menikah. Dalam pendidikan dan pelatihan itu, mereka akan diedukasi bagaimana mendampingi suami dengan baik, menjaga dan mengelola rumah tangga, sampai mengasuh dan merawat anak – anak.
“SILO ini nanti akan kita laksanakan di seluruh desa dan kelurahan. Sementara untuk permulaan saat ini kita laksanakan di 8 desa. Setiap desa itu ada 20 orang perwakilan yang mengikuti, para perwakilan setiap desa ini kita dampingi dengan 2 orang motivator/fasilitator,” kata Efriyanto, dalam peluncuran (launching) SILO dan SALON, Sabtu 26 Juni 2021 di Hall Ombilin.
Ditambahkan Efriyanto, persyaratan untuk dapat menjadi peserta SILO ini adalah wanita yang sudah menikah dan maksimal batas usia yakni 45 tahun. Kemudian juga sudah memiliki anak yang usia anak tersebut maksimal 18 tahun.
“Yang pasti, untuk mengikuti kegiatan SALON ini harus dengan persetujuan dan izin dari suami peserta yang bersangkutan,” kata Efriyanto.
Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sawahlunto, Ny. Neldaswenti Zohirin Sayuti menyampaikan, kegiatan ini tidak memungut biaya kepada para peserta atau gratis.
“Ini kegiatannya gratis. Malahan nanti kalau sudah tamat/wisuda, pesertanya akan kita berikan penggantian uang transportasi. Itu dianggarkan melalui Pemerintah Desa (Pemdes) masing – masing, diserahkan saat wisuda atau kegiatan pembelajaran sudah selesai,” sebut Ny. Neldaswenti Zohirin Sayuti.
Kegiatan SILO itu, dituturkan Ny. Neldaswenti Zohirin Sayuti, dilaksanakan dalam bentuk pertemuan sebanyak 17 kali pertemuan. Setiap pertemuan berlangsung selama 2 jam.
“Pertemuan untuk kegiatan SILO ini, dilaksanakan sekali seminggu,” ujar Ny. Neldaswenti Zohirin Sayuti.
Kegiatan SILO ini, disampaikan oleh Ketua TP – PKK Kota Sawahlunto, Ny. Meyvita Deri Asta, merupakan wujud perhatian perhatian dan dukungan Pemko bersama TP – PKK dalam mengoptimalkan peran strategis dari para ibu dalam pembangunan.
“Harus kita sadari bersama, bahwa kelanjutan pembangunan Kota Sawahlunto itu turut dipegang oleh ibu – ibu. Maka, memberdayakan ibu – ibu juga merupakan langkah dalam menjaga kelanjutan pembangunan kota ini,” kata Ny. Meyvita Deri Asta.
Lebih lanjut Ny. Meyvita mengatakan, dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan ibu – ibu dalam mendampingi suami dengan baik, menjaga dan mengelola rumah tangga, sampai mengasuh dan merawat anak – anak, itu akan berdampak besar terhadap lingkungan, sampai kemudian pada kota, bangsa dan negara.
Kegiatan SILO dan SALON ini mendapat dukungan penuh dari Pemko Sawahlunto, disampaikan Walikota Deri Asta kegiatan ini termasuk penjabaran dari visi dan misi Pemko Sawahlunto.
“Dalam membentuk ketahanan keluarga yang tangguh, kemudian pengasuhan yang berkualitas bagi anak, dalam melahirkan generasi emas yang cerdas, unggul dan berakhlaq mulai. Tujuan ini akan kita capai melalui langkah – langkah, salah satunya SILO dan SALON ini,” ujar Walikota Deri Asta.
Program ini, kata Walikota Deri Asta, telah disinergikan dengan Pemerintah Desa, sehingga semakin optimal daya jangkau dan manfaat yang bisa didapatkan. Tidak menutup kemungkinan juga bisa disinergikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, ataupun lembaga/instansi yang terkait.
“Intinya, dari Pemko kita pastikan dukung terus dan akan melakukan monitoring pelaksanaan dari SILO dan SALON ini,” kata Walikota Deri Asta.
Munculnya program SILO dan SALON dari Kota Sawahlunto ini menuai apresiasi dan pujian dari Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Rohika Kurniadi Sari. Rohika menyebutkan, masih sedikit kota/kabupaten di Indonesia yang memiliki inovasi program dalam meningkatkan kapasitas ibu – ibu.
“Apresiasi dari kami untuk Sawahlunto, ini telah menunjukkan komitmen yang nyata dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ini akan berkontribusi dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kota ini, sebab SDM pasti akan meningkat kalau kaum ibu diberdayakan dan anak – anak dilindungi,” ujar Rohika Kurniadi Sari.
Kementerian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, seperti yang disampaikan Rohika, telah mencatat dan akan memonitor pelaksanaan program SILO dan SALON di Sawahlunto.
“Ini akan mendapat perhatian dari Kementerian. Kita berharap juga, SILO dan SALON ini menjadi inspirasi dari Sawahlunto bagi kabupaten/kota lainnya,” kata Rohika.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.