Tidak hanya untuk seniman mural dari berbagai daerah, Kompetisi Mural Tanjung Sari 2019 juga memberi ruang apresiasi bagi anak-anak penyandang Disabilitas untuk berkarya seni.

Menurut Walikota Sawahlunto Deri Asta, acara yang digagas masyarakat Tanjung Sari ini sangat inovatif dan menginspirasi.

Karena itu ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan penggagas acara. Ia berharap acara Kompetisi Mural ini dapat berlanjut terus, karena efeknya luar biasa.

previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
Slider

“Dinding dam yang menyangga rumah-rumah warga, kini fungsinya tak lagi sebatas penyangga biasa. Dengan inovasi cerdas dari warga, fungsinya bertambah menjadi objek wisata, daya tarik baru Kota Warisan Dunia” ujar Walikota saat membuka acara pada sabtu (23/11).

Sementara itu Yogi Andika Ketua Pelaksana menyebutkan, antusias seniman mural sangat tinggi mengikuti acara ini. 160 peserta yang terdiri dari 65 tim dari berbagai daerah Nusantara ambil bagian menjadi peserta pada Kompetisi Mural pertama di Kota Tambang Warisan Dunia.

“Dan yang istimewa di acara ini adalah adanya dinding Peduli Disabilitas yang sengaja disediakan untuk anak berkebutuhan khusus sehingga mereka bisa berkreasi seperti yang lainnya” sebut Yogi.

Selain piagam dan tropi dari batubara khas pengrajin Tanjung Sari, di kompetisi ini panitia menyediakan hadiah uang tunai dengan total 28 juta rupiah.(humas)




ARTIKEL LAIN