Keberhasilan membangkitkan potensi ekonomi kaum perempuan di Kelompok Tenun Maju Bersama Dusun Pisang Kalek Desa Balai Batu Sandaran menjadi objek pembelajaran menarik oleh SNV sebuah Lembaga dari Belanda yang bekerja untuk membantu masalah kemiskinan di negara-negara Asia-Afrika dan Amerika Latin.

SNV bersama beberapa mitranya yakni LP2M Indonesia, LSM Voice of Change dari Ghana dan Kenya pada selasa (23/7) melihat langsung kreatifitas kelompok perempuan memiliki daya besar untuk mengangkat taraf ekonomi keluarga.

Pada kunjungan itu Kamsiar Ketua kelompok tenun Pisang Kalek bercerita, pada awalnya ia hanya ibu rumah tangga yang terhimpit masalah ekonomi.

Mencari jalan keluar dari masalahnya, di tahun 2012 ia berinisiatif untuk belajar bertenun ke Desa Lunto. Keinginan untuk bisa menghasilkan uang dari keringat sendiri mendorongnya menempuh perjalanan yang cukup jauh ke desa tetangga setiap hari dengan biaya pribadi.

Hebatnya, kemampuan memproduksi kain tenun yang telah ia miliki, tidak ia nikmati sendiri. Kamsiar Ibu tiga anak ini menularkan semangat dan kemampuannya kepada kaum perempuan di desanya.

Berkat bantuan dari pengusaha songket, perhatian Pemerintah Kota dan sentuhan program LP2M, di tahun 2014 semangat perempuan bertenun semakin menyebar di desa ini. Saat ini ada sekitar 20 pengrajin songket yang aktif bertenun di desa ini.

Kamsiar sendiri bersukur dari keringatnya bertenun, ia bahkan mampu menghantarkan anaknya menyelesaikan pendidikan tinggi.(Humas)

 




ARTIKEL LAIN