Seiring dengan semakin banyaknya pecinta kucing dan kelinci anggora di Sawahlunto membuat jumlah kunjungan masyarakat ke Klinik Kesehatan Hewan Kota Sawahlunto meningkat.

Drh. Fery Oktaviandris Kepala UPTD Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan Kota Sawahlunto kepada humas mengatakan akhir-akhir ini setiap hari selalu ada masyarakat yang datang dengan keluhan kesehatan pada hewan peliharaannya ke klinik yang terletak di belakang Kantor Dinas Pertanian ini.

Fery mengatakan tim kesehatan hewan berusaha memberikan pelayanan terbaik meski belum memiliki ruang klinik yang representatif dan tenaga medis yang terbatas. Keterbatasan jenis obat-obatan pun disiasati pihaknya dengan memanfaatkan obat-obatan untuk sapi, atau diresepkan agar ditebus di apotek.

Sementara untuk memeriksa kandungan hewan, dimanfaatkan alat USG portable yang dulu ditujukan untuk sapi.

Feri mengaku saat ini hanya bisa melayani tindakan pengobatan ringan. Sementara untuk tindakan bedah hewan, belum dimungkinkan karena ketiadaan alat dan obat.

Semua tindakan medis yang diberikan kepada hewan oleh UPTD ini sama sekali tidak dipungut bayaran, termasuk pelayanan vaksinasi rabies dan inseminasi buatan dalam jam kerja.

“Untuk pengobatan hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kelinci silahkan antar ke klinik. Namun untuk kasus pada hewan ternak besar seperti kambing, sapi, kerbau, biasanya petugas yang mendatangi peternakan” ujarnya.

Dokter ini juga mengatakan, meski tim kesehatan hewan harus berhadapan dengan berbagai resiko dalam menjalani pengabdian, seperti digigit anjing, disepak oleh sapi, bahkan basah kuyup terkena cairan kandungan sapi, namun tim Puskeswan tetap siap melayani dengan datang ke lokasi peternakan warga hingga ke pelosok daerah.(humas)

Please follow and like us:




ARTIKEL LAIN