Selain dengan jalur birokrasi seperti biasanya, Walikota Deri Asta melakukan koordinasi dan penyerapan aspirasi dari desa – desa dengan turun langsung melakukan kunjungan kerja. Dengan turun langsung tersebut, lebih maksimal dalam mengetahui lebih detail perkembangan di lapangan sekaligus mendengar pendapat dan saran dari masyarakat.

81870324_3502122389858975_1157119568850714624_o
81926082_3502126059858608_9002550760096923648_o
81947453_3502122549858959_5284765547567775744_o
82108711_3502122726525608_3882897907304628224_o
82245755_3502123493192198_5731573563761098752_o
82248471_3502124143192133_2167168741542985728_o
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Dengan mengendarai terabas (sepeda motor trail), ‘blusukan’ Walikota Deri Asta ke desa – desa pada Senin 13 Januari 2020 mengunjungi Desa Balai Batu Sandaran di Kecamatan Barangin. Dalam kunjungan itu, Walikota Deri Asta bersama jajaran terkait meninjau langsung 4 titik strategis pembangunan di desa itu, yakni embung/sumber air, pengembangan industri serai wangi dan sarana jalan menuju destinasi wisata.

Sebelum meninjau kondisi di lapangan itu, Walikota Deri Asta terlebih dahulu melakukan pertemuan singkat dengan jajaran Pemerintahan Desa Balai Batu Sandaran (BBS) yang kini dipimpin oleh Kepala Desa Nasyirwan. Dalam pertemuan tersebut, Deri Asta menyampaikan sejumlah arahan dan himbauan, terutama terkait pelayanan pada masyarakat dan pengelolaan dana desa.

“Yang paling kita tekankan itu, prioritas desa sekarang hendaknya pada kegiatan yang menyentuh langsung ekonomi kerakyatan. Bukannya lantas kegiatan pembangunan fisik tidak kita sentuh lagi, namun fokus kita arahkan pada yang bisa memicu langsung untuk pertumbuhan ekonomi warga,” sebut Deri Asta.

Sejalan dengan itu, Walikota Deri Asta juga menghimbau agar Desa juga wajib menjalankan program pengentasan kemiskinan. Karena itu, minimal 10 persen dari Anggaran Dana Desa (ADD) hendaknya direalisasikan pada program pengentasan kemiskinan.

“Dalam program pengentasan kemiskinan ini, kita dari Pemko melalui Dinas – Dinas juga membantu. Kan kemaren sudah kita instruksikan kepada Dinas – Dinas untuk melakukan pembinaan dan memback – up desa khususnya dalam mengurangi angka kemiskinan. Jadi program ini kita kerjakan bersama – sama,” ujar Deri Asta.

82425205_3502125939858620_6981477392711680000_o
82554261_3502123219858892_501519886590148608_o
82833414_3502125826525298_273552286762926080_o
82998934_3502123713192176_6521667067404353536_o
83140227_3502125556525325_1488942072055463936_o
83335311_3502124783192069_5892398730123935744_o
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Deri juga menyinggung tentang potensi – potensi yang bisa dioptimalkan di Desa Balai Batu Sanndaran ini, salah satunya Serai Wangi. Dikatakan Walikota, jangan sampai Serai Wangi yang ada sekarang ini semakin berkurang.

“Dulu kan di sini Serai Wangi – nya sudah pernah mencapai 80 hektar. Sekarang malah menurun ke 20 hektar. Padahal potensinya bagus, maka jangan sampai merosot lebih dari ini. Mari bersama kita bergerak bagaimana bisa ditingkatkan lagi,” kata Deri.

Dalam kunjungan ke Desa BBS ini, Walikota Deri Asta didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Mukhsis, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Marwan, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos – PMD PPA) Dedi Syahendri, Camat Barangin Zainul Anwar serta sejumlah jajaran lainnya. (Humas)




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.