Setelah warisan tambang batubara Ombilin Sawahlunto ditetapkan sebagai warisan dunia (world heritage) oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa – Bangsa (UNESCO), Pemerintah Kota (Pemkot) Sawahlunto dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat mulai lakukan berbagai langkah guna menindaklanjuti hal itu. Dari pihak Pemprov Sumatera Barat, dalam waktu dekat ini akan membentuk Badan Pengelola Ombilin.

Kabar mengenai pembentukan Badan Pengelola Ombilin ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Badan Pengelola Ombilin ini, kata Irwan akan difasilitasi oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud RI).

“Langkah pertama dari Pemprov, kita membentuk Badan Pengelola Ombilin. Nanti dibawah fasilitasi Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI, Badan Pengelola Ombilin ini akan membawahi 7 Kabupaten/Kota lainnya di luar Sawahlunto yang dilalui oleh jalur rel kereta api, termasuk kawasan pelabuhan Teluk Bayur (Emmahaven) di Kota Padang,” ujar Irwan Prayitno, saat ditemui usai kegiatan peresmian pompa air tenaga surya bantuan dari PT. Bukit Asam, di Desa Talawi Mudik, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, pada Senin, 08 Juli 2019.

Lebih lanjut, Irwan menyebutkan bahwa dalam Badan Pengelola Ombilin nantinya juga akan melibatkan banyak organisasi maupun pihak terkait. Termasuk dari pihak Pemerintah pusat, seperti Kementerian, dan lainnya.

“Di Badan Pengelola Ombilin ini, juga akan kita bahas program seperti apa agar masyarakat setempat dapat merasakan manfaat dari status warisan dunia UNESCO ini. Terutama dampak ekonomi, sehingga masyarakat setempat dapat naik taraf kesejahteraannya,” kata Irwan.

Sejalan dengan itu, Gubernur Irwan mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam memanfaatkan peluang ekonomi yang tersebar di destinasi wisata yang akan semakin ramai dengan status Sawahlunto sebagai World Heritage.

“Masyarakat setempat segeralah tangkap peluang terutama peluang bisnis yang berkaitan atau memanfaatkan pariwisata. Sehingga nanti keuntungan dirasakan masyarakat setempat, bukan lari ke pemilik – pemilik modal besar,” saran Gubernur Sumatera Barat 2 periode itu.

Sementara dari Pemkot Sawahlunto, selain melakukan tindak lanjut juga menjaga komitmen untuk mengisi, memelihara dan melestarikan apa – apa yang terlindungi dalam Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto tersebut.

“Komitmen menjaga dan melestarikan ini, kita lindungi secara legal dengan adanya Peraturan Daerah (Perda). Yakni Perda Nomor 9 Tahun 2016,” kata Wakil Walikota Zohirin Sayuti, Senin 08 Juli 2019 saat ditemui awak media di Lubang Tambang Mbah Suro.

Maka itu, ujar Zohirin, setiap pembangunan di tempat – tempat yang dilindungi Perda Cagar Budaya ini, harus dengan pertimbangan dari tenaga ahli dari pihak berkompeten, seperti Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Untuk tindak lanjut di bidang lainnya, terutama di sektor pariwisata, sebut Zohirin sudah berjalan dan akan terus ditingkatkan. Seperti dukungan kebijakan maupun pembangunan infrastruktur terkait penunjang pariwisata World Heritage tersebut.

“Dari pihak pemerintah, tentu mendukung penetapan warisan dunia ini dengan kebijakan untuk program maupun pembangunan infrastruktur,” tutur Zohirin.

Dukungan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata ini, diceritakan Zohirin, turut dibantu oleh PT. Bukit Asam yang memfasilitasi koordinasi Pemko Sawahlunto dengan manajemen Hotel Indonesia untuk menyulap kawasan kantor utama PT. Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin (PTBA UPO) menjadi hotel yang representatif.

“Tadi pak Arvyan Arifin Direktur Utama PT.BA sampaikan bahwa pembangunan hotel itu sekarang sudah dalam proses tender. Nantinya hotel ini berkapasitas 102 kamar,” kata Zohirin.

Selain itu, kata Zohirin, agar masyarakat setempat juga ‘kecipratan’ keuntungan ekonomi dari pariwisata nanti, maka homestay – homestay yang dikelola masyarakat nanti akan diupayakan untuk ditambah dan ditingkatkan kualitasnya.

“Kita lakukan perlahan tindaklanjutnya, yang pasti dampak bagi kesejahteraan masyarakat tentu menjadi prioritas. Selain yang utama menjaga dan melestarikan warisan dunia itu, sehingga jangan sampai UNESCO nanti kecewa karena setelah diberi kepercayaan, nyatanya tidak mampu kita jaga dengan baik,” pungkas Wakil Walikota yang juga mantan Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto itu.




ARTIKEL LAIN