Pemerintah Kota Sawahlunto mengingatkan masyarakat untuk tidak menyembelih sapi betina produktif, termasuk pada Idul Adha 2019. Sebab disamping menyalahi ketentuan penyembelihan hewan kurban, menyembelih sapi betina produktif akan mengurangi populasi sapi.

“Kami imbau masyarakat untuk mematuhi ketentuan penyembelihan hewan kurban, diantaranya dilarang menyembelih sapi betina produktif,” ujar Heni Purwaningsih, Sekretaris Dinas Pertanian Kota Sawahlunto pada Jumat, 9/8.

Menurut Heni larangan penyembelihan sapi betina produktif ini sesuai dengan program pemerintah dalam meningkatkan produksi atau populasi ternak.

Berdasarkan Undang-Undang nomor 41 tahun 2014, tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil atau besar betina produktif.

Dalam undang-undang tersebut, diatur sanksi pidana bagi orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif.
Sanksi tersebut berupa kurungan penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, dan atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 300 juta.

Namun untuk hewan ternak betina yang sudah tidak produktif boleh menjadi hewan kurban, yaitu yang usianya diatas 8 tahun.

Lebih lanjut, Heni mengatakan, pihaknya akan melakukan sidak hewan kurban di 4 kecamatan untuk memastikan apakah hewan kurban dalam kondisi aman dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat.

Sesuai dengan surat perintah tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Peternakan Perikanan Kota Sawahlunto, Pemeriksaan hewan kurban dilakukan sejak 7 sampai 14 Agustus 2019.

Di Idul Adha tahun ini ada sekitar 600 lebih hewan qurban yang akan disembelih di Kota Sawahlunto.(humas)

 

 




ARTIKEL LAIN