139614121_5043916122346253_8080172431556685428_o
139595714_5043915092346356_7900258901822043163_o
139527467_5043917669012765_9056802161256365753_o
139446956_5043917092346156_7187455363419635020_o
139410377_5043917945679404_6070304054536204697_o
139379163_5043915219013010_2727541989302552792_o
139323357_5043918639012668_3852627147587964829_o
139300617_5043913535679845_5642497663274293573_o
139263744_5043918399012692_3108875692118973021_o
139237833_5043915509012981_1807212533811590886_o
139019248_5043913262346539_189859765423801989_o
138980890_5043917422346123_4993839034809230128_o
138928436_5043914019013130_2307826152948030013_o
138515883_5043918195679379_8199319183134673260_o
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Desa Balai Batu Sandaran Kecamatan Barangin diverifikasi lapangan oleh tim penilai lomba Kampung Tangguh Nusantara tingkat Provinsi Sumatera Barat. Tim penilai yang berkunjung untuk verifikasi tersebut yakni dari Ditbinmas Polda Sumbar, Kompol Nuraida dan Direktur Nagari Development Center (NDC) Universitas Andalas, Eri Gas Eka Putra.
Kampung Tangguh Nusantara, atau untuk di Sumatera Barat dikenal dengan istilah ‘Desa Tageh’, merupakan program sinergi TNI – Polri dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam membentuk desa/nagari yang berdaya tahan tinggi dalam menghadapi berbagai efek dari pandemi Covid – 19. Unsur TNI – Polri mendukung dari sisi keamanan dan ketertiban, kemudian untuk sisi ekonomi, sosial dan lainnya berkolaborasi dengan Pemerintah Desa/Nagari dan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti yang ikut mendampingi tim penilai tersebut melakukan verifikasi lapangan, menyebutkan adanya program kampung tangguh atau desa tageh ini memberikan kontribusi positif pada pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat di masa pandemi.
“Kita dari Pemko berpartisipasi dan berkomitmen dalam program desa tageh ini. Yakni melalui alokasi pada anggaran dana desa serta pembinaan dari OPD terkait,” ujar Wakil Walikota Zohirin Sayuti.
Kemudian, Kompol Nuraida menjelaskan bahwa dari penilaian dari indikator keamanan dan ketertiban masyarakat, dilihat bagaimana sinergi antara personel TNI – Polri dengan masyarakat. Contohnya adalah dalam pembinaan di Pos Ronda dan kegiatan – kegiatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) lainnya.
Sementara dari indikator sosial ekonomi dan budaya, disampaikan oleh Eri Gas Eka Putra yakni dengan melihat faktor unggulan yakni ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan ini memang jadi prioritas yang kita tinjau. Karena dari ketahanan pangan ini yang mendukung pada indikator lainnya. Jika kebutuhan pangan tercukupi maka keamanan ketertiban, kegiatan sosial budaya dan lainnya tentu akan berjalan dengan baik,” sebut Eri Gas Eka Putra.
Kepala Desa Balai Batu Sandaran, Nusyirwan melaporkan bahwa beberapa lokasi yang diverifikasi tim penilai desa tageh itu antara lain ; Pos Ronda, Rumah Sehat (rumah isolasi bagi warga positif Covid – 19), peternakan ayam ras, pengrajin Songket Silungkang, Surau/tempat anak – anak belajar mengaji, kebun karet, pabrik penyulingan serai wangi dan kolam ikan. Dimana semua lokasi tersebut termasuk dalam indikator – indikator desa tageh.
“Di sini yang jadi unggulan adalah serai wangi, itu kita ada pabriknya, jadi langsung disuling jadi minyak yang mengandung banyak khasiat. Selain itu juga ada pertanian, perkebunan dan perikanan. Kita sinergi dengan program desa tangguh ini sehingga lebih terstruktur dan hasilnya bisa ditingkatkan lebih optimal,” kata Nusyirwan.
Ikut hadir dalam momen verifikasi penilaian Lomba Desa Tangguh Tingkat Provinsi Sumatera Barat itu Kapolres Sawahlunto AKBP. Junaidi Nur dan Camat Barangin Subandi.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.