SAWAHLUNTO, HUMAS – Lubang tambang batubara Sawahluwung di Desa Rantih, Kecamatan Talawi, diresmikan sebagai lubang pendidikan tambang batubara, Rabu (26/07). Menjadi tempat pendidikan dan pelatihan sekaligus pariwisata, ditargetkan lubang tambang yang dikelola PT. Bukit Asam (PT. BA) tersebut nantinya harus dikunjungi seluruh mahasiswa pertambangan dari seluruh Indonesia.

Lubang pendidikan tambang batubara di Sawahluwung ini memiliki berbagai keunggulan, tidak hanya dari indikator teknis pertambangan yang lengkap secara manual dan mekanis, namun juga mempunyai kekayaan sejarah. Sehingga Direktur Operasional & Produksi PT. BA, Suryo Eko H., yang meresmikan lubang pendidikan tambang tersebut mengakui bahwa lubang tambang Sawahluwung ini sangat istimewa dan akan menjadi role model (percontohan) bagi pendidikan dan wisata tambang di Indonesia.

“Lubang tambang Sawahluwung ini tidak diragukan lagi keistimewaannya. Sudah berdiri lama sehingga memiliki kekayaan sejarah juga dan kemudian juga sebagai lubang tambang bawah tanah yang kompleks dalam teknis pertambangannya, dimana secara manual dan mekanis ada. Sehingga akan sangat bagus sekali diadakan pendidikan dan pelatihan pertambangan di sini”, sebut Suryo Eko.

Bahkan, General Manager PT. BA Unit Pertambangan Ombilin (PT. BA UPO), Eko Budi Saputro menyatakan bahwa selain menjadi tempat diklat, lubang pendidikan tambang juga akan menjadi lokasi pelatihan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di bidang pertambangan.

“Kami bekerjasama dengan Universitas Andalas (UNAND) juga akan menjadikan lubang pendidikan tambang ini sebagai tempat bagi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Dimana nanti PT. BA jadi fasilitator, dan UNAND yang menjalankan secara akademis”, jelas Eko Budi Saputro.

Sementara, dengan ditargetkannya lubang pendidikan tambang tersebut dapat dikunjungi oleh seluruh mahasiswa pertambangan seluruh Indonesia, maka Pemko Sawahlunto menyambut positif dan siap bekerjasama dengan PT. BA guna tindak lanjut hal tersebut. Karena dengan target tersebut maka tentu akan memberikan multiplayer effect bagi Sawahlunto baik secara langsung maupun tidak langsung.

Wakil Walikota Ismed yang langsung menghadiri peresmian lubang pendidikan tambang tersebut mengatakan bahwa dengan dibukanya Sawahluwung sebagai tempat diklat dan pariwisata tambang sangat sejalan dengan giat-giatnya Pemko Sawahlunto menggerakkan pariwisata saat ini.

“Ini menambah destinasi wisata tambang Sawahlunto. Juga dengan kedatangan mahasiswa-mahasiswa pertambangan seluruh Indonesia nantinya yang akan magang di lubang pendidikan tambang ini, Sawahlunto siap menanti dengan tangan terbuka”, ujar Wawako Ismed.

Adanya mahasiswa pertambangan yang pendidikan dan pelatihan (diklat) di Sawahluwung tersebut diharapkan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat, terutama dari akomodasi dan transportasi para mahasiswa tersebut nantinya di “Kota Pusaka” tersebut. (*)




ARTIKEL LAIN