162919708_5343969455674250_4521001670217437581_o
162957158_5343970282340834_2237967689048968654_o
162961332_5343970419007487_1383952376701903830_o
163394914_5343969815674214_4398486292746513399_o
163701930_5343970115674184_677922588554280404_o
163928146_5343970002340862_1943174859313107186_o
163955529_5343969639007565_7164333345079127802_o
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto ‘menitipkan’ sejumlah usulan kepada Anggota DPR RI Komisi VIII, Lisda Hendrajoni, yang melakukan kunjungan kerja ke kota itu pada Senin, 22 Maret 2021 tadi. Beberapa usulan yang disampaikan kepada Lisda Hendrajoni itu yakni ; peningkatan predikat Kota Layak Anak (KLA), penganugerahan gelar pahlawan nasional bagi Djamaluddin Adinegoro dan renovasi makam Mahaputra M. Yamin.
Walikota Sawahlunto Deri Asta mengatakan, usulan – usulan itu sebelumnya juga telah disampaikan Pemko langsung kepada pemerintah pusat, yakni Menteri Sosial Tri Rismaharini. Namun, untuk lebih mempercepat dan mengoptimalkan realisasi usulan tersebut maka juga dilakukan dengan sinergi dan koordinasi pada jalur legislatif, yakni DPR RI.
“Terimakasih ibu Lisda yang telah menerima dan menyatakan untuk segera bergerak menindaklanjuti usulan – usulan kita melalui Komisi VIII DPR RI. Sinergi dan koordinasi yang baik ini hendaknya terus kita pertahankan dan tingkatkan,” ujar Walikota Deri Asta.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni menyebut pihaknya telah menerima proposal dan dokumen – dokumen pendukung dari usulan yang diajukan Pemko Sawahlunto tersebut.
“Proposal dan dokumennya telah saya terima, semoga dengan dukungan dan doa kita semua apa yang diminta dalam proposal ini bisa saya bantu untuk realisasikan melalui peran kami di DPR RI untuk menghubungkan kepada Kementerian dan lembaga terkait,” ujar Lisda Hendrajoni.
Terkait peningkatan predikat Kota Layak Anak (KLA), Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosPMDPPA), Efriyanto mengatakan Kota Sawahlunto salah satunya membutuhkan penambahan sarana dan pra – sarana layak anak seperti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
“Kita saat ini posisi pada predikat Nindya di Kota Layak Anak. Kita tentu menargetkan untuk menuju predikat Utama. Untuk itulah kita bersinergi juga meminta dukungan dari Komisi VIII DPR RI yang salah satunya mengurus tentang perlindungan anak, yakni melalui ibu Lisda Hendrajoni ini,” sebut Efriyanto.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.