Menjawab pertanyaan fraksi DPRD dalam Sidang Paripurna pada jumat (9/11) membahas Ranperda APBD Kota tahun 2019 terkait anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar 150 juta di APBD, Walikota Sawahlunto Deri Asta menjabarkan anggaran dimaksud ditujukan untuk siswa yang belum terjangkau dalam PIP dari Pemerintah Pusat.

“Dari total siswa SD 6.985 orang yang dapat PIP pusat hanya 1.181 orang. Tingkat SMP 2.457 siswa, yang dapat PIP pusat hanya 377 orang. Maka yang belum dapat, diakomodir dengan dana tersebut” papar Deri.

Selain PIP juga dianggarkan dalam APBD tahun 2019 anggaran untuk pengadaan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu yang masuk kelas 1 SD/MI, kelas VII SMP/MTS dan kelas X SMA/MA/SMK.

Untuk meningkatkan kompetensi generasi, dianggarkan reward bagi siswa berprestasi di bidang akademik maupun non akademik dari tingkat SD hingga SLTA.

Juga untuk mahasiswa baru yang masuk peguruan tinggi negeri dan swasta akreditasi A/B. Ditambah lagi dengan pemberian reward bagi mahasiswa yang memperileh Indeks Prestasi lebih dari 3,00.
Reward ini juga berlaku untuk mahasiswa Akademi Komunitas D II Tambang dan mahasiswa Politeknik Pariwisata Batam.

Meningkatkan mutu pendidikan juga dianggarkan peningkatan mutu guru dan tenaga pendidik, pengembangan proses pembelajaran digital serta peningkatan pendidikan keagamaan melalui Program Tahfidz Al Quran bagi siswa.

Besarnya alokasi anggaran untuk mendukung generasi juga tampak pada dianggarkannya program Assasement bagi anak penyandang Cerebral Palsy dan anak berkebutuhan khusus.




ARTIKEL LAIN