Karena di Sawahlunto terdapat puluhan situs Geopark Nasional yang telah diakui oleh Kementrian Kemaritiman RI.

Situs tambang Lubang Mbah Suro adalah salah satu taman geopark yang telah ditata menjadi objek wisata. Disitus ini pengunjung bisa belajar tentang lapisan mineral bumi, melihat dan menyentuh langsung lapisan batubara hitam berkilau yang merupakan batubara kualitas terbaik dunia yaitu antrasit.

Antrasit sendiri adalah salah satu jenis batubara kelas tertinggi dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86% – 98% unsur karbon dengan kadar air kurang dari 8%. Kandungan kalori pada antrasit adalah paling tinggi yaitu diatas 7777 kcl/kg.

Lubang Mbah Suro dan museum-museum disekitarnya juga bercerita tentang sejarah berdirinya pertambangan tertua di negara tercinta ini, yakni dari masa penelitian geologi oleh insinyur Belanda di hutan belantara Lembah Sugar hingga pedihnya kehidupan pertambangan di zaman pekerja paksa atau orang rantai.

Tak kalah menarik taman geopark lainnya yaitu lanskap Puncak Cemara dan Puncak Polan.
Disini kita bisa menyaksikan view keseluruhan Kota Sawahlunto, perpaduan antara bukit – bukit yang menjulang tinggi yang memagari kota ini serta bangunan – bangunan sisa kejayaan tambang batubara menjadikannya sebuah pemandangan yang ciamik.

Tak hanya view point saja yang menarik, di Puncak Cemara saat ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti gazebo dimana monyet – monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) sering bermain diatapnya, ada juga area playground untuk anak, taman air menari dan berbagai wahana terbaru yang menantang adrenalin.

Dan tentunya ikon Puncak Cemara yaitu Monumen Kesetiaan dimana pengunjung bisa mengikat gembok tanda kesetiaan.

Sementara di Puncak Polan tersedia sebuah villa penginapan berarsitektur etnik Minang menghadap lembah Sugar yang indah, lengkap dengan sensasi menyatu bersama alam. Villa ini tepat untuk yang ingin menikmati kebersamaan dan camp di alam dengan keluarga.

Geopark Kota Arang yang tak kalah seru dikunjungi yakni beberapa danau yang terbentuk akibat aktifitas tambang dan telah ditata menjadi objek wisata, seperti Danau Kandih yang dilengkapi dengan Taman Satwa, serta Danau Tandikek yang bisa dinikmati keindahannya sambil seru-seruan di Taman Buah Kandi.

Dan yang sedang trend, Geopark hutan batu dengan pemandangan menakjubkan di ketinggian perbukitan Silungkang yakni Bukit Batu Runcing. Entah proses alam seperti apa sehingga di puncak bukit ini bisa berbaris bebatuan dengan bentuk seperti Candi. Sebuah karya alam yang menakjubkan.

Geopark alam lainnya Air terjun Bikan dan Landu yang terletak di Desa Rantih memberikan sensasi alam yang indah dan segar , mengundang pengunjung untuk berendam di jernih airnya.

Sawahlunto juga memiliki geopark non geologi seperti Kampung Tenun Silungkang dan Desa penghasil atsiri Balai Batu Sandaran. Disini pengunjung bisa melihat langsung tangan-tangan terampil memproses helaian benang berubah menjadi kain etnik ysng indah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sawahlunto Efrianto, MSi mengatakan pengembangan wisata berbasis geopark yang dilakykan Sawahlunto merujuk pada trend wisata dunia. Dengan konsep geopark ini pengembangan kawasan wisata mengacu pada konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.




ARTIKEL LAIN