92570134_3805738932830651_6114227245432176640_o
92948357_3805739992830545_842109075176030208_o
93031175_3805739589497252_4959983801431228416_o
93097280_3805739422830602_3957899095833575424_o
93109075_3805739796163898_6541357220418813952_o
93439423_3805739236163954_2035022411845337088_o
93477564_3805740199497191_1865278999295426560_o
93577611_3805739026163975_1066457031185006592_o
93771069_3805738812830663_1831775101880631296_o
Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto berencana kembali
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto berencana kembali mengaktifkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Industri Kecil Menengah yang memiliki aset mesin peralatan tenun modern, namun beberapa tahun belakangan ini berhenti beroperasi karena sejumlah kendala.

Langkah awal agar UPTD Industri Kecil Menengah berproses lagi, Walikota Deri Asta pada Senin 13 April 2020 tadi meninjau langsung UPTD yang terletak di Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang itu.

Dari keterangan pihak Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) yang merupakan pengelola UPTD tersebut, diketahui bahwa mesin untuk finishing saat ini dalam keadaan rusak, kemudian saat operasional dulu masih dijalankan ternyata biaya operasional produksi sangat tinggi, dua hal inilah yang menjadi kendala utama sehingga kegiatan operasional dihentikan.

Menanggapi kondisi itu, Walikota Deri Asta langsung mengambil sejumlah kebijakan, antara lain menginstruksikan kepada Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan untuk segera melakukan perbaikan terhadap mesin yang rusak tersebut.

“Kendalanya kan pada mesin finishing yang rusak dan pemasaran produk hasil tenun yang kemaren – kemaren itu dimana daya beli terhadap produk yang telah kita produksi ternyata belum mencapai sesuai yang diharapkan. Nah untuk soal pemasaran ini sekarang kita sudah dapat solusinya ; kita bawa langsung meninjau UPTD ini Direktur PT. Asiaco Batamindo yakni pak Doni ; beliau inilah yang berencana untuk bekerjasama dengan kita untuk membeli hasil produk dari UPTD ini,” ujar Walikota Deri Asta.

Jika perbaikan bagian mesin tenun modern sudah rampung, mulai dilakukan dan kajian – kajian menyangkut pembiayaan maupun teknis produksi juga cepat rampung, maka Walikota Deri Asta mengharapkan alokasi anggaran untuk mengaktifkan kembali operasional UPTD ini bisa dilakukan sesegera mungkin.

“Tentunya besar potensi manfaat yang bisa kita dapatkan jika UPTD ini berproduksi kembali. Yang jelas akan menyerap tenaga kerja, ini yang sangat kita butuhkan sekarang. Maka kita upayakan dengan maksimal agar UPTD Industri Kecil Menengah ini bisa ‘hidup’ kembali,” kata Walikota.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperindag, Marwan mengatakan bahwa mesin – mesin yang ada di UPTD Industri Kecil Menengah ini merupakan mesin untuk produksi kain tenun sejak awal pencelupan sampai pada finishing (pengerjaan akhir).

Dalam peninjauan tersebut, Walikota Deri Asta juga didampingi oleh anggota Komisi II DPRD Sawahlunto, Jhon Reflita. Hal ini menunjukkan sinergi dan dukungan untuk mengaktifkan kembali UPTD Industri Kecil Menengah ini juga datang dari para wakil rakyat di ‘Kota Arang’ tersebut.

Seusai peninjauan di UPTD Industri Kecil Menengah itu, Walikota Deri Asta bersama rombongan melanjutkan kunjungan peninjauan ke Pasar Songket Silungkang di simpang Muaro Kalaban.

Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto berencana kembali mengaktifkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Industri Kecil Menengah yang memiliki aset mesin peralatan tenun modern, namun beberapa tahun belakangan ini berhenti beroperasi karena sejumlah kendala.

Langkah awal agar UPTD Industri Kecil Menengah berproses lagi, Walikota Deri Asta pada Senin 13 April 2020 tadi meninjau langsung UPTD yang terletak di Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang itu.

Dari keterangan pihak Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) yang merupakan pengelola UPTD tersebut, diketahui bahwa mesin untuk finishing saat ini dalam keadaan rusak, kemudian saat operasional dulu masih dijalankan ternyata biaya operasional produksi sangat tinggi, dua hal inilah yang menjadi kendala utama sehingga kegiatan operasional dihentikan.

Menanggapi kondisi itu, Walikota Deri Asta langsung mengambil sejumlah kebijakan, antara lain menginstruksikan kepada Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan untuk segera melakukan perbaikan terhadap mesin yang rusak tersebut.

“Kendalanya kan pada mesin finishing yang rusak dan pemasaran produk hasil tenun yang kemaren – kemaren itu dimana daya beli terhadap produk yang telah kita produksi ternyata belum mencapai sesuai yang diharapkan. Nah untuk soal pemasaran ini sekarang kita sudah dapat solusinya ; kita bawa langsung meninjau UPTD ini Direktur PT. Asiaco Batamindo yakni pak Doni ; beliau inilah yang berencana untuk bekerjasama dengan kita untuk membeli hasil produk dari UPTD ini,” ujar Walikota Deri Asta.

Jika perbaikan bagian mesin tenun modern sudah rampung, mulai dilakukan dan kajian – kajian menyangkut pembiayaan maupun teknis produksi juga cepat rampung, maka Walikota Deri Asta mengharapkan alokasi anggaran untuk mengaktifkan kembali operasional UPTD ini bisa dilakukan sesegera mungkin.

“Tentunya besar potensi manfaat yang bisa kita dapatkan jika UPTD ini berproduksi kembali. Yang jelas akan menyerap tenaga kerja, ini yang sangat kita butuhkan sekarang. Maka kita upayakan dengan maksimal agar UPTD Industri Kecil Menengah ini bisa ‘hidup’ kembali,” kata Walikota.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperindag, Marwan mengatakan bahwa mesin – mesin yang ada di UPTD Industri Kecil Menengah ini merupakan mesin untuk produksi kain tenun sejak awal pencelupan sampai pada finishing (pengerjaan akhir).

Dalam peninjauan tersebut, Walikota Deri Asta juga didampingi oleh anggota Komisi II DPRD Sawahlunto, Jhon Reflita. Hal ini menunjukkan sinergi dan dukungan untuk mengaktifkan kembali UPTD Industri Kecil Menengah ini juga datang dari para wakil rakyat di ‘Kota Arang’ tersebut.

Seusai peninjauan di UPTD Industri Kecil Menengah itu, Walikota Deri Asta bersama rombongan melanjutkan kunjungan peninjauan ke Pasar Songket Silungkang di simpang Muaro Kalaban.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.