270794314_6873549336049580_7457856986134836529_n
271033961_6873548679382979_7017864151420605074_n
271106389_6873548956049618_3451936827882312456_n
271118631_6873549449382902_4235973015767667864_n
271164206_6873548526049661_7212361067750428956_n
271165225_6873549756049538_5887273092917375655_n
271172134_6873548396049674_9210825594791106123_n
271192352_6873549206049593_4461742463243191767_n
271237301_6873549092716271_7783852221840843077_n
271243111_6873549626049551_3214627162334049623_n
271283840_6873548782716302_5804062395702923881_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Kenagarian Silungkang menyelenggarakan peringatan perlawanan rakyat Silungkang dan sekitarnya menghadapi Belanda pada tahun 1927, di Tugu Perlawanan Rakyat Silungkang (samping pasar Silungkang), Selasa 04 Januari 2022.
Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Silungkang Yusri Munir Malin Malano mengatakan rangkaian kegiatan tersebut yaitu peletakan karangan bunga di depan tugu perlawanan rakyat Silungkang dan pementasan drama yang menampilkan beberapa adegan dalam peristiwa perlawanan rakyat Silungkang terhadap Belanda.
“Kami menyadari pentingnya momen dan arti dari perjuangan rakyat Silungkang melawan penjajah Belanda pada 1926/1927 lalu. Kini kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu cara menghargai pengorbanan para pejuang kemerdekaan juga sebagai momen mengenalkan dan menggelorakan semangat perjuangan itu kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kami tidak ingin, peristiwa sejarah penting ini perlahan lapuk dimakan waktu sehingga dilupakan oleh anak cucu kita nanti,” kata Yusri.
Yusri menyebut melalui acara peringatan tersebut, turut membuat sejarah itu bisa semakin digali informasinya. Sebab sebelum acara terlebih dahulu melakukan wawancara dengan para tokoh sejarah terkait untuk mengetahui lebih dalam tentang berbagai data dan kisah dalam momen perlawanan rakyat Silungkang ini.
Wali Kota Sawahlunto Deri Asta yang hadir langsung pada kegiatan itu bersama Wakil Wali Kota Sawahlunto Zohirin Sayuti dan Sekretaris Daerah Dr.dr. Ambun Kadri, MKM mengatakan peringatan itu berperan penting dalam melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Silungkang.
“Agar sejarah itu tidak terlupakan begitu saja, memang caranya ya harus melalui kegiatan salah satunya seperti ini. Kita berterimakasih pada masyarakat Silungkang, telah melakukan kegiatan ini, yang telah turut berkontribusi dalam melestarikan nilai sejarah Sawahlunto,” kata Wali Kota Deri Asta.
Wali Kota menyebut Pemkot Sawahlunto siap mendukung kegiatan-kegiatan seperti itu, sebab sebagai kota wisata yang mengandalkan nilai sejarah dan budaya maka tentu harus didukung dan diberikan perhatian.
“Tadi masyarakat Nagari Silungkang telah menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat masuk dalam agenda resmi tahunan Kota Sawahlunto, kemudian kisah dan nilai-nilai perjuangan dalam sejarah itu bisa dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal di jenjang pendidikan dasar. Kami menyetujui ini dan akan segera membahasnya bersama DPRD,” kata Wali Kota.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut mantan Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadique yang ternyata orangtuanya pernah diasingkan Pemerintah Belanda ke Boven Digoel Provinsi Papua pada tahun 1927 bersama Bung Hatta dan tokoh-tokoh pejuang dari Nagari Silungkang.
“Saya mengapresiasi sekali acara yang dibuat masyarakat Nagari Silungkang untuk memperingati momen yang sangat bersejarah ini. Nilai-nilai perjuangan itu harus diketahui harus dipahami oleh generasi muda, kegiatan seperti ini sudah tepat sekali untuk mengenalkan nilai-nilai sejarah tersebut,” kata Shadiq.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.