Pameran cagar budaya dan sejumlah kegiatan terkait seperti lomba membentuk miniatur objek cagar budaya Sawahlunto diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Sumatera Barat di Sawahlunto, sejak Kamis, 04 Juli 2019 sampai Selasa minggu depan (09 Juli 2019). Kegiatan ini, selain untuk memberikan informasi tentang cagar budaya kepada masyarakat, juga menjadi wujud dukungan agar Sawahlunto lolos sebagai kota tua warisan dunia versi UNESCO.

Rangkaian kegiatan bertajuk “Pameran Pendukungan Ombilin Coal Mining Heritage Sawahlunto” ini adalah pameran informasi cagar budaya, lomba kerajinan tangan berbahan batu bara, lomba sketsa cagar budaya, lomba mewarnai gambar cagar budaya, lomba jelajah cagar budaya (pramuka), lomba pidato bahasa tangsi, penampilan kesenian, penayangan film dokumenter terkait cagar budaya, dengan penutup rangkaian kegiatan adalah telekonfrensi sidang pengumuman hasil pemilihan kota warisan dunia versi UNESCO, dimana Kota Sawahlunto adalah nominasi yang diusulkan dari Indonesia.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Sumbar, Nurmatias mengatakan bahwa dengan kegiatan ini capaian yang diharapkan adalah masyarakat dapat mengetahui dan lebih akrab dengan cagar budaya. Apalagi untuk di Sawahlunto sendiri, diketahui tercatat ada sampai 109 benda cagar budaya.

“Jadi masyarakat harus tahu dan mengerti bahwa cagar budaya ini berharga. Apalagi, Sawahlunto masuk dalam nominasi kota tua warisan dunia yang dinilai UNESCO itu, elemen terpentingnya adalah keberadaan tempat dan benda cagar budaya tadi,” ungkap Nurmatias, usai pembukaan pameran tersebut, Kamis 04 Juli 2019 di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK).

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sawahlunto Rovanly Abdams yang membuka rangkaian kegiatan tersebut, menyebutkan bahwa perjalanan Kota Sawahlunto untuk sampai ke sidang penetapan kota warisan dunia versi UNESCO sudah dimulai sejak 2014 silam.

“Mengingatkan kembali, kita mulai pengusulan Sawahlunto masuk dalam nominasi kota warisan dunia itu mulai 2014 silam. Dilanjutkan pada 2015 kita lolos masuk tentative list. Baru pada 2018 lalu, semua data kita lengkap dan diterima pihak terkait di UNESCO. Saat ini (Kamis, 07 Juli 2019, – red) Walikota Sawahlunto sedang mengikuti sidang penetapan kota warisan dunia tersebut di Azerbaijan,” kata Rovanly.

Dilanjutkan Rovanly, berhasil lolos atau pun tidak nantinya sebagai kota warisan dunia, tapi cagar budaya tetaplah kekayaan yang sangat berharga bagi ‘Kota Arang’.

“Cagar budaya inilah kekayaan sesungguhnya, keunikan tak ternilai yang dimiliki Sawahlunto. Sebab itu, kita mendukung upaya – upaya untuk memberikan informasi cagar budaya ini pada masyarakat luas, sehingga masyarakat sadar dan turut berperan menjaga, melestarikan dan merawat cagar budaya yang kita miliki itu,” ujar Rovanly.

Untuk hari pertama rangkaian kegiatan itu, Kamis, 04 Juli 2019 adalah pameran yang diikuti oleh BPCB se – Indonesia, seperti BPCB Yogyakarta, BPCB Gorontalo, BPCB Jambi, BPCB Bali, BPCB Kalimantan Timur, BPCB Sulawesi Selatan dan lainnya.

Pihak lainnya yang turut berpartisipasi dalam kegiatan pameran adalah Fakultas Arkeologi Universitas Indonesia. (Humas)




ARTIKEL LAIN