Pasca ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia atau kota ‘world heritage’, perlahan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Sawahlunto mulai merangkak naik. Jika beberapa hari sebelumnya datang sejumlah ‘bule’ dari Belanda, maka Jum’at 19 Juli 2019 ini ‘Kota Arang’ dikunjungi oleh wisatawan dari negeri tetangga, yakni puluhan mahasiswa Universitas Sains Islam Malaysia (USIM).

Menyambangi Sawahlunto selama 2 hari 1 malam sampai Sabtu 20 Juli besok, para mahasiswa Fakultas Ekonomi Muamalah USIM itu ‘raun – raun’ sambil mempelajari sejarah dan budaya di kota berusia 181 tahun ini. Momen kedatangan mereka disambut langsung oleh Walikota Sawahlunto yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah, Rovanly Abdams bersama sejumlah jajaran terkait.

Koordinator kegiatan kunjungan mahasiswa USIM, Che Wan Ahmad Haziq menyebut bahwa rombongannya sangat antusias mengunjungi Sawahlunto karena bukan hanya untuk bertamasya, tapi juga banyak ilmu sejarah dan budaya yang bisa dipelajari dari ‘Kota Arang’.

“Jadi memang untuk kegiatan ini, kita dari mahasiswa sendiri yang menentukan ke mana lokasi tujuan. Sedari awal memang kita sudah ancang – ancang salah satu lokasinya ya ke Sawahlunto ini. Menyusul baru saja Sawahlunto ternyata masuk warisan budaya dunia UNESCO membuat teman – teman makin bersemangat ke sini,” tutur Che Wan Ahmad Haziq, yang ditemui usai kegiatan penyambutan oleh Pemko Sawahlunto di Balaikota, Jum’at 19 Juli 2019.

Kesempatan itu sekaligus menumbuhkan peluang kerja sama yang lebih intens dan mendalam antara Pemko Sawahlunto dengan Universitas Sains Islam Malaysia. Kerjasama yang bisa digarap itu, seperti yang diharapkan oleh Sekretaris Daerah Rovanly Abdams, yakni di bidang pendidikan dan pariwisata.

“Kita pernah punya latar belakang hubungan yang erat dengan Malaysia, terkhusus di Trenggano, Malaka, Negeri Sembilan dan lainnya. Pada masa mendiang bapak Amran Nur (Walikota Sawahlunto masa jabatan 200 – , red), itu bahkan kita sampai punya Galeri Malaka di Museum Godang Ransoem. Saya rasa melalui kesempatan kunjungan saudara – saudara dari USIM sekarang ini pas sekali untuk menjadi momen kita ulangi dan tingkatkan lagi kerjasama itu,” ujar Rovanly Abdams.

Beruntung, harapan itu nampaknya bakal berlanjut menjadi kenyataan, melihat pihak USIM yang berkunjung ke ‘Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya’ itu menyambut antusias harapan Sekda Rovanly Abdam tadi.

“Kami juga sangat tertarik dan terbuka menjalin kerjasama dengan Sawahlunto. Setelah ini kita bisa bahas tentang berbagai peluang kerjasama yang bisa digarap. Prinsipnya kita harus saling berbagi, ada yang bisa kami pelajari dari Sawahlunto, dan ada juga yang bisa dipelajari Sawahlunto dari kami,” kata Pensyarah Fakulti (dekan fakultas) Fakultas Ekonomi Muamalah USIM, Dr. Nurul Nazlia binti Jamil. (Humas)




ARTIKEL LAIN