Meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) pemandu wisata buatan di Sawahlunto, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) setempat menyelenggarakan pelatihan terkait dengan mendatangkan pemateri pemilik destinasi Lawang Park, Muhammad Zuhrizul dan Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumatera Barat, Budi.

Diikuti lebih dari 50 orang pemandu wisata buatan (recreation/theme park) yang terdiri dari para generasi muda Sawahlunto, pelatihan itu dilaksanakan di Camping Ground Kandi, Selasa 02 Juli 2019 sampai Kamis 04 Juli 2019. Pada hari terakhir, peserta akan dibawa ke destinasi Lawang Park untuk melakukan praktek dan presentasi lapangan.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta yang membuka kegiatan pelatihan itu mengatakan bahwa ilmu yang didapat dalam pelatihan tersebut akan sangat bermanfaat sehingga harus diikuti dengan serius dan maksimal.

“Bekal kita sebagai pemandu untuk mengekspose, untuk memaparkan, untuk menguraikan informasi wisata kepada pengunjung destinasi – destinasi kita itu adalah ilmu. Kalau tanpa ilmu maka tentu kita tidak tahu apa informasi yang bakal kita katakan. Ilmu – ilmu itulah yang kita peroleh dalam kegiatan pelatihan seperti ini. Karena itu, ikuti dengan baik dan optimal,” pesan Deri.

Sementara, Penjabat (Pj) Kepala Disparpora Sawahlunto, Radam menyebutkan bahwa untuk sumber dana kegiatan pelatihan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non – fisik Kementerian Pariwisata RI tahun 2019 yang khusus disalurkan untuk membiayai kegiatan pelatihan – pelatihan terkait peningkatan kualitas SDM pengelola destinasi pariwisata.

“Dengan DAK non – fisik dari Kemenpar RI ini, kita bisa laksanakan 6 paket pelatihan pemandu wisata, ada yang sudah dilaksanakan pada 9 sampai 11 April lalu, yaitu untuk pemandu geowisata. Sementara masih ada yang belum dilaksanakan, seperti untuk pemandu wisata sejarah, pemandu wisata kuliner dan lainnya,” kata Radam, yang selain Pj Kadisparpora juga merupakan Asisten Administrasi Pembangunan di Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Sawahlunto.

Sementara, salah seorang peserta pelatihan itu, Wulan mengaku sangat senang dan banyak terbuka wawasannya dengan kegiatan pelatihan itu.

“Sangat terbantu dengan banyak mendapat referensi dan wawasan – wawasan baru di pelatihan ini. Sehingga ke depan dapat lebih asyik untuk berkomunikasi dengan para wisatawan,” sebut Wulan, yang sehari – hari menjadi pramuwisata di destinasi Puncak Cemara. (Humas)




ARTIKEL LAIN