Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto akan memberikan pelatihan service handphone kepada generasi muda ‘Kota Arang’ terutama yang belum memiliki pekerjaan/menganggur. Saat ini, Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja ( – Naker) yang melaksanakan kegiatan tersebut masih membuka kesempatan kepada masyarakat yang berminat untuk segera mendaftar paling lambat pada Senin, 24 Juni 2019 nanti.

Disebutkan Kepala DPMTSP – Naker, Dwi Darmawati bahwa para peserta pelatihan nanti akan diberikan fasilitas berupa penggantian uang saku/transport terhitung selama 30 hari, seragam pelatihan dan makan siang ditambah snack.

“Secara legalitasnya, nanti usai pelatihan peserta juga mendapat 2 sertifikat. Yakni sertifikat tamat pelatihan dan sertifikat kompetensi bagi yang telah lulus tes nantinya,” kata Dwi Darmawati, ketika dihubungi, Selasa 18 Juni 2019.

Untuk instruktur (pelatih) yang akan membimbing para peserta nanti itu didatangkan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Padang. Sedangkan untuk tempat pelaksanaan pelatihan adalah rumah kreatif BUMN binaan PT. Bukit Asam, yang berlokasi di samping Lapangan Segitiga (Lapseg).

Adapun untuk persyaratan masyarakat yang dapat mendaftar untuk pelatihan itu, disampaikan Dwi Darmawati antara lain ; berumur 15 – 35 tahun, pendidikan minimal tamat SD/sederajat, diutamakan yang masih menganggur dan belum pernah mengikuti pelatihan di BLK.

“Masyarakat yang berminat silahkan mengurus pendaftarannya ke Kantor Desa atau Lurah terdekat. Nanti di sana disediakan formulir pendaftarannya. Desa dan Lurah yang setelah itu akan mengantarkan berkas pendaftaran ke kami. Jadi tinggal menunggu jadwal seleksi dari kami,” urai Dwi.

Dalam kesempatan terpisah, Walikota Sawahlunto Deri Asta mengatakan bahwa Pemko memang sedang dan akan terus melakukan sejumlah langkah – langkah untuk memberdayakan generasi muda di ‘Kota Arang’ untuk mendapatkan keterampilan/skill yang berguna untuk melamar pekerjaan maupun membuka usaha sendiri (wiraswasta).

“Kita memang memberikan prioritas untuk program – program yang berkaitan dengan pembekalan skill bagi masyarakat, utamanya yang masih menganggur. Agar angka pengangguran terbuka di Sawahlunto dapat kita turunkan. Untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) masih dalam proses saat ini. Sementara itu, pelatihan – pelatihan untuk pengembangan skill tenaga kerja terus kita lakukan,” ujar Deri. (Humas)

Please follow and like us:




ARTIKEL LAIN