Dijadwalkan pada 17 Oktober nanti, sejumlah 10 Desa di Sawahlunto bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak. Saat ini, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos – PMD PPA) Sawahlunto sedang melakukan pengumpulan data panitia Pilkades tersebut.

10 desa itu, disampaikan oleh Kepala Dinsos PMD – PPA Sawahlunto, Dedi Syahendri, adalah ; Desa Kubang Tangah, Desa Lunto Barat, Desa Lunto Timur, Desa Lumindai, Desa Balai Batu Sandaran, Desa Silungkang Duo, Desa Santur, Desa Kolok Nan Tuo, Desa Batu Tanjung dan Desa Kumbayau.

“Jadi secara Kecamatan, itu terbagi pada 2 Desa di Kecamatan Talawi, 4 Desa di Kecamatan Barangin, 3 Desa di Kecamatan Lembah Segar dan 1 Desa di Kecamatan Silungkang,” urai Dedi Syahendri, ketika ditemui di Balaikota usai rapat pemerintahan terdepan, Rabu 17 Juli 2019.

Ditambahkan Dedi, saat ini proses persiapan sudah berjalan. Setelah rekapitulasi panitia penyelenggara Pilkades rampung, akan dilanjutkan dengan pemberian sosialisasi.

“Untuk pengumuman bakal calon kepala desa, itu kita jadwalkan pada 23 Agustus mendatang,” ujar Dedi.

Dedi juga menyatakan bahwa sempat terjadi kendala terkait ketersediaan kotak suara untuk pelaksanaan Pilkades ini. Sebab, ternyata kotak suara di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sawahlunto yang digunakan untuk Pemilu serentak beberapa bulan lalu belum boleh digunakan untuk Pilkades sekarang. Sementara, kotak suara pada Pilwako dan Pemilu sebelumnya itu sudah dilelang oleh pihak KPUD ‘Kota Arang’.

“Tapi kita sudah menemukan solusinya. Yakni dengan menggunakan kotak suara dari KPUD Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam waktu dekat kita akan melakukan penjemputan ke sana,” ungkap Dedi.

Terkait Pilkades serentak tersebut, Walikota Sawahlunto Deri Asta mengajak agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif sehingga Pilkades itu menghasilkan terpilihnya Kepala Desa yang berkualitas sesuai dengan keinginan masyarakat. Deri berharap, tingkat partisipasi masyarakat ‘Kota Arang’ yang sangat baik dalam Pilwako 2018 kemaren juga dapat dipertahankan pada Pilkades serentak nanti.

“Yang paling utama itu, di Sawahlunto kita selalu tidak ada konflik dalam pemilihan – pemilihan. Kita selalu adem. Itu yang harus kita jaga dan rawat. Kompetisi dalam Pilkades ini tidak boleh merusak silahturrahmi dan persatuan masyarakat kita,” tekan Walikota berusia 45 tahun itu. (Humas)




ARTIKEL LAIN