140023456_5062637270474138_1600718539987657210_o
140040142_5062636450474220_6523871295649036442_o
140126234_5062635573807641_7671706138142566651_o
140224592_5062636640474201_3660985923104191112_o
140314207_5062645340473331_3277093814849086823_o
140366113_5062637087140823_8578106444080925867_o
140384433_5062636893807509_5715547434166955652_o
140548557_5062635297141002_2573444976495461002_o
140586343_5062637713807427_4981292429776092141_o
140603726_5062638000474065_2584995484743103200_o
140615335_5062637483807450_3814821411421367837_o
140615343_5062636153807583_2108902794826254587_o
140638393_5062635907140941_3901104755590475540_o
140687260_5066324750105390_2134480151964113356_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow

 

SAWAHLUNTO – Perkembangan pertanian bawang merah di Kota Sawahlunto, saat ini sudah 2 desa yang melakukan panen. Selasa 19 Januari 2021 tadi Desa Kolok Mudiak yang menyelenggarakan panen perdana bawang merah, sebelumnya panen bawang merah telah lebih dahulu dilakukan di Desa Kubang Tangah.
Panen bawang merah di Desa Kolok Mudiak Kecamatan Barangin ini mendapat hasil panen kurang lebih 800 Kg dari luas lahan 1.000 meter2. Panen dilakukan di lahan yang dikelola oleh Kelompok Tani (Keltan) Jaya Makmur.
Walikota Sawahlunto Deri Asta yang hadir langsung mengikuti panen tersebut bersama Sekretaris Daerah Dr.dr. Ambun Kadri, menyampaikan Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pertanian masyarakat. Berbagai program dilaksanakan untuk mendukung komitmen itu, seperti pendampingan dan pelatihan pada petani, bantuan bibit dan lainnya.
“Untuk varietas bawang merah di Sawahlunto ini telah kita evaluasi itu ternyata memang cocok di wilayah ini. Sebelumnya di Desa Kubang Tangah juga sudah berhasil, sudah 2 kelompok tani yang panen. Sekarang di Desa Kolok Mudiak Alhamdulillah juga cocok dan kita lihat hasilnya bagus kita panen saat ini. Makanya ke depan kita maksimalkan dukungan agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian bawang merah ini,” sebut Walikota Deri Asta.
Walikota dalam kesempatan itu memuji dan berterimakasih pada semangat yang luar biasa dari para petani bawang merah itu, yang mana para petani tersebut tidak hanya dari kaum ibu namun juga kaum ibu. Kemudian Walikota Deri Asta juga mengapresiasi kekompakan Pemerintah Desa Kolok Mudiak dengan para petani tersebut.
“Kepada para penyuluh kita di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan kita berpesan agar terus optimal mendampingi dan membina para petani kita. Rajinlah ke sawah, ladang dan kebun bersama petani. Bantu mereka jika ada kendala yang dihadapi. Transfer ilmu dan wawasan kita pada para petani, karena ilmu dan wawasan itulah yang menjadi bahan bakar untuk meningkatkan hasil panen nantinya,” pesan Walikota Deri Asta.
Kebijakan mendukung pertanian bawang merah ini dilakukan dengan sinergi antara Pemerintah Kota Sawahlunto dengan Pemerintah Desa.
Dilaporkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto Lelis Epriyenti, bahwa untuk pendampingan dan pelatihan/pembinaan secara pengetahuan serta keterampilan dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan melalui penyuluh pertanian dan jajaran lainnya. Sementara, untuk bibit dan bahan – bahan penunjang pertanian bawang merah lainnya itu dibantu oleh Pemerintah Desa.
Ketua Kelompok Tani Jaya Makmur Yondrinaldi menyebutkan bahwa Kelompok Tani yang dipimpinnya beranggotakan 17 orang. Dengan 9 orang diantaranya merupakan ibu – ibu.
“Lahan kita ini terletak di Dusun Tanjung Medan. Lama masa panen ini 70 hari. Kita dulu penanaman pada 05 November 2020 lalu,” ujar Yondrinaldi.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.