Tingkatkan silahturrahim, perkuat koordinasi sekaligus menyambut Ramadhan 1439 Hijriyah, Pemko Sawahlunto menggelar pertemuan dengan unsur tokoh adat dan agama dari Kerapatan Adat Nagari (KAN), bundo kanduang dan guru – guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sawahlunto, Marjanis dalam pertemuan yang digelar Minggu (13/05) malam tersebut menghimbau agar materi-materi dalam tausyiah oleh para da’i dan muballigh adalah materi yang dapat menyejukkan suasana ibadah masyarakat.

“Tentunya kita tidak membatasi materi apa yang akan disampaikan dalam tausyiah, namun kita himbau agar para da”i dan muballigh dapat peka dengan situasi terkini dimana tausyiah dengan isu-isu tertentu rawan sekali memancing hal-hal yang tidak kita inginkan. Ini karena pola pemahaman dari masyarakat yang berbeda-beda, kita takutkan nantinya jika pun yang disampaikan benar, namun penerimaan di masyarakat salah, maka kan tidak baik juga jadinya. Maka lebih baik tausyiah dengan materi isu sensitif kita hindari dulu”, pesan Marjanis.

Dilanjutkan dia, masih banyak materi serta isu bermanfaat lain yang perlu didakwahkan kepada masyarakat. “Kan kita menyampaikan tausyiah tidak mesti hanya soal jihad saja. Banyak lagi hal lain yang kajian dasar dan sederhana namun masyarakat masih banyak yang belum paham betul akan itu. Seperti tata cara ibadah wajib, hubungan manusia – manusia dan manusia – Allah (hamblumminannas dan hablumminallah) misalnya. Lebih baik materi-materi seperti itu yang kita prioritaskan untuk disampaikan pada masyarakat”, ujar Marjanis.

Sementara, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sawahlunto, Adi Muaris Khatib Kayo menyatakan bahwa saat ini fokus pembinaan adat dan agama bukan lagi hanya pada unsur niniak mamak saja, tapi lebih pada generasi muda.

“Degradasi moral generasi muda kita semakin hari semakin mengkhawatirkan. Sehingga kami dari KAN berupaya agar pembinaan adat dan agama ini sekarang juga diprioritaskan pada anak kemenakan kita di bangku sekolah. Kita sekarang harus menyentuh langsung, pendampingan dan pembinaan intensif pada generasi – generasi penerus ini”, sebut Adi Muaris Khatib Kayo.

Pertemuan di Balairung Rumah Dinas Walikota Sawahlunto tersebut dibuka oleh Pjs Walikota Abdul Ghafar. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Rovanly Abdams, Ketua LKAAM Adi Muaris Khatib Kayo, Ketua MUI Darmuis, serta sejumlah pejabat dan Kepala Dinas di lingkungan Pemko Sawahlunto.




ARTIKEL LAIN