240272170_6113975195340335_8580585988186402156_n
240389076_6113974965340358_3979438888701138163_n
240431386_6113975508673637_1478192445001591677_n
240440789_6113975682006953_3988970155688710490_n
240447966_6113975832006938_6731047567277811999_n
240462228_6113974818673706_9042454765591779111_n
240477970_6113975352006986_4484111157808567110_n
previous arrow
next arrow
SAWAHLUNTO – Bekerjasama dengan Bank Nagari, Pemko Sawahlunto meningkatkan kualitas dan teknologi pelayanan pembayaran tiket di objek wisata dengan menggunakan sistem pembayaran non – tunai melalui platform Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menggunakan mesin Point Of Sales. Selain untuk meng – upgrade pelayanan, penggunaan sistem pembayaran non – tunai ini juga untuk mencegah terjadinya penyelewengan/penyalahgunaan dalam proses pembayaran, sebab melalui sistem ini semua pembayaran termonitor secara real – time (setiap waktu) dan hasil pembayaran langsung masuk ke dalam rekening.
Sistem pembayaran non – tunai ini akan dimulai pada 3 objek wisata, yaitu ; Taman Satwa Kandi, Camping Ground Kandi, dan Puncak Cemara. Dalam minggu ini, para petugas di pos pembayaran objek wisata tersebut diberikan sosialisasi penggunaan mesin Point Of Sales tersebut.
Penggunaan sistem non – tunai untuk pembayaran tiket di objek wisata itu ditandai secara seremonial dengan penyerahan mesin Point Of Sales dari Bank Nagari Cabang Sawahlunto kepada Walikota Sawahlunto Deri Asta, pada Selasa 24 Agustus 2021 tadi di Balaikota. Ada 3 unit mesin Point Of Sales yang diserahkan oleh Kepala Cabang Bank Nagari, Rusdi, pada Walikota Deri Asta.
Dikatakan Walikota Sawahlunto Deri Asta, Pemko Sawahlunto memulai menggunakan sistem pembayaran non – tunai ini dari objek wisata dan pembayaran pajak. Nantinya juga akan menyentuh bidang lain.
“Seiring dengan perkembangan teknologi digital, maka kita pun menyesuaikan dengan meng – upgrade sistem pembayaran pada non – tunai. Kita melihat bahwa dengan teknologi ini banyak kelebihan/keuntungannya, seperti mencegah terjadinya penyelewengan/penyalahgunaan dalam proses pembayaran, menciptakan keamanan kenyamanan dan kepastian bagi petugas dan pengunjung, meningkatkan kemudahan dalam monitoring karena sistem ini datanya langsung masuk dalam server kemudian ditampilkan di dashboard yang bisa dipantau secara realtime,” ujar Walikota Sawahlunto Deri Asta.
Adanya kekhawatiran terhadap penyelewengan/kebocoran uang oleh petugas juga dapat diminimalisir melalui pembayaran digital ini. Dikatakan Walikota Deri Asta, pembayaran non – tunai pun sesuai dengan arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni agar pemerintah daerah menerapkan sistem non – tunai ini dalam mencegah kebocoran anggaran.
Bagi pengunjung objek wisata nantinya, dijelaskan oleh Kepala Cabang Bank Nagari, Rusdi, bahwa disediakan pilihan apakah membayar secara non – tunai melalui platform QRIS atau tunai dengan secara langsung membayar pada petugas.
“Jika pengunjung memilih membayar seperti biasa yakni dengan tunai langsung pada petugas, dengan sistem sekarang ini begitu membayar maka uangnya langsung masuk ke rekening penampungan kas daerah. Sehingga tidak ada resiko penyelewengan. Berapa orang pengunjung yang masuk, itu semua langsung membayar dan terdata,” kata Rusdi.
Ditambahkan Rusdi, jika biasanya data pengunjung dan nominal tiket masuk objek wisata baru bisa diketahui dari rekapitulasi data pada sore hari atau beberapa hari kemudian, sekarang dengan sistem non – tunai bisa langsung pada jam pengunjung itu masuk diketahui sebab datanya langsung masuk ke server dan uangnya masuk ke rekening penampung kas.
Dalam seremonial penyerahan mesin Point Of Sales dari Bank Nagari itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta didampingi oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Afridarman dan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Nova Erizon.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.