[smartslider3 slider=”595″]
SAWAHLUNTO – Pemko Sawahlunto mendukung petani jagung di kota itu dengan memberikan bantuan bibit, meminjamkan alat mesin pertanian (alsintan), pupuk bersubsidi dan pendampingan dari penyuluh pertanian.
Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, Kamis 19 Mei 2022 mengatakan Pemkot hadir dalam meringankan modal petani dalam memulai bertanam, mengolah sampai memanen jagung.
“Kita berupaya membantu bagaimana modal yang dibutuhkan bisa menjadi lebih minimal, sehingga dengan modal yang lebih sedikit keuntungan bisa lebih besar. Salah satunya dengan membantu bibit dan meminjamkan alsintan itu maka modal petani sudah berkurang sekian persen,” kata Wali Kota ketika mengikuti panen jagung di Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi.
Wali Kota Deri Asta menyebut potensi pertanian jagung masih terbuka lebar di Sawahlunto, sebab untuk kebutuhan jagung dalam Kota Sawahlunto saat ini belum mampu dipenuhi oleh produksi jagung petani lokal sehingga diiisi oleh jagung dari Kabupaten tetangga seperti Tanah Datar.
“Komitmen kita untuk melakukan peningkatan mendukung dan membantu sektor pertanian jagung ini, yang menjadi bagian menumbuhkan ekonomi produktif masyarakat. Melalui Dinas terkait kita lebih intensif mengawal pertanian jagung ini,” ujar Wali Kota menegaskan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Heni Purwaningsih mengatakan untuk bibit jagung yang dibantu yakni varietas NK 212, bagi Desa Batu Tanjung telah diberikan sebanyak 225 Kg untuk luasan 15 hektar di tahun 2021 kemaren.
“Untuk Alsintan bagi petani jagung di Desa Batu Tanjung ini kita pinjamkan kepada kelompok tani, kemudian digunakan secara bergantian. Alsintan ini ada yang untuk mengolah tanah sampai mengolah hasil panen jagungnya,” kata Heni.
Untuk kelompok tani yang bertanam jagung disampaikan Kepala Desa Batu Tanjung Marwan adalah Kelompok Tani Usaha Mandiri dan Kelompok Tani Saiyo Sakato.
“Saat ini tingkat produktifitas atau hasil panen itu mencapai 7,8 ton/hektar dengan masa panen yakni empat bulan. Dengan harga jagung pipilan di tingkat petani sekarang di kisaran Rp5.200,-/Kg,” ujar Marwan merinci.
Di Batu Tanjung kata Marwan telah ditanam jagung dengan luas dua hektar, sementara luas yang sedang dipanen sekarang adalah 0,25 hektar.
“Di sini keunikannya adalah kita menggencarkan pada masyarakat bagaimana menanam jagung itu di lingkungan/halaman rumah masing-masing, bukan di ladang atau di kebun yang jauh. Keuntungannya jagung itu lebih diperhatikan dan lebih dirawat karena selalu terlihat dari rumah,” kata Marwan.

You may also like

No Comment

Comments are closed.