192957559_5780295402041651_1849686615868250221_n
194179721_5780295185375006_4325039399397247570_n
199518867_5780295788708279_6771661440886050547_n
199581103_5780295615374963_3166813985398219781_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Melanjutkan pemberian bantuan sosial untuk masyarakat yang rumahnya terdampak bencana tanah longsor, Pemko Sawahlunto menyerahkan bantuan tersebut kepada 2 masyarakat terdampak, masing – masing di Dusun Tambun Batu Desa Muaro Kalaban dan Dusun Talao Desa Kumbayau, pada Rabu 16 Juni 2021 tadi. Sebelumnya kemaren (Selasa 16 Juni 2021), Pemko Sawahlunto telah menyerahkan bantuan kepada 12 masyarakat yang rumahnya terdampak.
Walikota Sawahlunto Deri Asta dalam penyerahan bantuan tersebut menyampaikan, bantuan ini merupakan peran serta Pemko Sawahlunto dalam meringankan beban warga yang terdampak bencana. Selain dari Pemko, dari pemerintah desa atau kelurahan setempat juga diarahkan untuk membantu.
“Ada 2 rumah terdampak yang kita kunjungi, langsung kita serahkan bantuan berupa uang sebesar masing – masing Rp. 2 juta. Kalau kemaren kita beri bantuan pada 12 rumah terdampak, itu totalnya Rp. 17.600.000,- (tujuh belas juta enam ratus ribu rupiah) ,” kata Walikota Deri Asta.
Dari laporan BPBD Sawahlunto, 2 rumah yang diberikan bantuan tersebut yakni rumah milik Miswarti di Dusun Tambun Batu dan Hengky Wijaya di Dusun Talao.
Dalam kesempatan yang sama, yakni dalam penyerahan bantuan tadi, Walikota Sawahlunto Deri Asta mengingatkan bahwa dengan kondisi topografi Sawahlunto yang kemiringan tanah sangat tinggi sehingga perlu menjadi evaluasi OPD terkait, Pemerintah Desa/Kelurahan, sampai pada masyarakat pemilik rumah. Artinya kata Walikota Deri Asta, menyikapi kondisi itu maka harus jelas langkah – langkah antisipasi untuk mencegah agar rumah tidak terdampak longsor.
“Sudah jelas bahwa potensi terdampak longsor itu besar bagi kita, karena memang kemiringan tanah sangat tinggi. Oleh sebab itu, kita mengingatkan dan mengajak untuk mengaktifkan kembali gotong royong untuk membuat atau memperbaiki saluran air. Riol – riol yang telah ada itu tolong diaktifkan kembali, kalau butuh riol tapi belum ada tolong dibuat riol,” kata Walikota Deri Asta.
Kemudian untuk masyarakat, Walikota Deri Asta menyampaikan bahwa salah satu langkah antisipasi yang bagus dalam meminimalisir dampak tanah longsor adalah dengan memasang talang air pada atap rumah.
“Intinya, mari kita bersama – sama memastikan tidak ada aliran air yang tersumbat di rumah atau pun di lingkungan sekitar kita. Pemicu tanah longsor paling besar adalah adanya saluran air yang tersumbat ini. Maka itu, sekali lagi kita ajak dan himbau untuk membersihkan saluran air ini,” ajak Walikota Deri Asta.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.