200442612_5800289313375593_3488082573130207190_n
201029134_5800289403375584_202486298413016334_n
201503926_5800289526708905_2035261359449953144_n
201958775_5800289773375547_895351772401566312_n
202135946_5800289663375558_6050365144394050562_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
PADANG – Pemerintah Kota Sawahlunto meluncurkan pembayaran retribusi sistem elektronik atau e-retribusi. Pemko Sawahlunto menggandeng Bank Nagari Sumatra Barat dalam sistem pembayaran retribusi non tunai melalui aplikasi yang dapat diakses melalui Smartphone.
“Kita punya harapan dengan e-retribusi dapat menata administrasi pengelolaan pajak dan retribusi. Sekaligus meminimalisir penyimpangan yang mungkin terjadi,” kata Walikota Sawahlunto Deri Asta saat launching e-retribusi Pariwisata Kota Sawahlunto di Bank Nagari Sumbar di Padang, pada Jumat 18 Juni 2021.
Bersamaan itu juga ditandatangani memorandum of understanding (MoU) pengembangan digitalisasi ekonomi daerah, Pemko Sawahlunto dengan Bank Nagari. Dari Pemko Sawahlunto ditanda tangani Walikota Deri Asta dan dari Bank Nagari, Muhammad Irsyad.
Lebih jauh dikatakan Walikota Deri Asta, selain lebih mengefektifkan masyarakat di dalam membayar pajak dan retribusi, juga menghilangkan rasa tidak percaya publik terhadap pemerintah dalam pengelolaan pajak dan retribusi. Pada akhirnya, laporan data transaksi yang akuntabel dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Dihadapan jajaran Bank Nagari Sumbar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Barat, Walikota Deri Asta mengemukakan, hal ini yang menjadi wujud komitmen Pemko Sawahlunto untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan PAD. E-retribusi, sekaligus implementasi dari gerakan nasional non tunai (GNNT) sesuai surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 910/1867/SJ dan meningkatkan kemampuan keuangan daerah.
“Kondisi kemampuan keuangan daerah Sawahlunto saat ini di posisi sangat rendah. PAD masih di bawah 10 persen dari total pendapatan daerah. Artinya, Pemko Sawahlunto sangat bergantung pada dana transfer pemerintah pusat,” ujar Deri.
Direktur Utama Bank Nagari Sumatra Barat, Muhamad Irsyad mengapresiasi launching e-retribusi pariwisata Kota Sawahlunto. Dikemukakannya, Bank Nagari telah mempersiapkan transaksi digital. Bertransaksi digital dengan Bank Nagari aman. Sudah banyak layanan dilakukan Bank Nagari, termasuk retribusi digital.
“Selain e-retribusi pariwisata, kita siap melayani dalam bentuk digital lainnya. Di era digital kini tak ada lagi pembayaran dengan tunai,” sebut Muhamad Irsyad.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Afridarman mengatakan, “E-retribusi dilaunching hari ini, juga merupakan implementasi dari proyek perubahan saya pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan III tahun 2021 di Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia dengan judul Strategi Kolaborasi Peningkatan Kemampuan Keuangan Daerah Kota Sawahlunto,” tutur Afridarman.
Dijelaskan Kepala BPKAD, tahap awal ini e-retribusi dimulai pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga untui tiga objek wisata, Kebun Binatang Kandi, Camping Ground dan Puncak Cemara. Nantinya, e-retribusi, juga diberlakukan pada 12 OPD pengelola pendapatan asli daerah.
Hadir di launching penandatanganan MoU pengembangan digitalisasi ekonomi daerah Pemko Sawahlunto dengan Bank Nagari dan launching e-retribusi pariwisata Kota Sawahlunto, Sekretaris daerah Kota Sawahlunto, Dr.dr. Ambun Kadri, Kepala Bank Nagari Cabang Sawahlunto, Rusdi, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sawahlunto, Nova Erizon dan sejumlah komisaris.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.